Warga Sindangkasih Ciamis Tolak Pembangunan Menara Telekomunikasi karena Khawatir Dampak Lingkungan
ferri amiril August 20, 2026 11:20 AM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Pembangunan tower di RT 15/RW 02, Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, mendapat penolakan dari warga sekitar.

Warga yang berada di ring 1 atau yang paling dekat dengan lokasi pembangunan mengaku khawatir keberadaan tower tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar, mulai dari kerusakan bangunan hingga gangguan atau kerusakan pada barang elektronik milik warga.

Persoalan tersebut disebut telah muncul sejak Juni 2026. Warga kemudian menyampaikan keberatan dan penolakan melalui sejumlah pertemuan dengan pihak terkait.

Agus, warga RT 15/RW 02, mengatakan hampir seluruh warga yang berada di ring 1 telah menyatakan penolakan terhadap pembangunan tower.

Menurutnya, penolakan warga juga telah dituangkan dalam surat yang ditandatangani oleh RT dan RW setempat.

Baca juga: Kejari Ciamis Kembalikan Uang Kas Negara Rp535 Juta Hasil Korupsi Pendamping Desa

"Semua warga di ring 1 menolak. Rekaman penolakannya juga ada pada saya," ujar Agus saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Agus mengatakan kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi pembangunan disebut cukup dekat dengan titik pembangunan tower.

Warga khawatir keberadaan struktur tower tersebut nantinya dapat membahayakan keselamatan maupun berdampak terhadap bangunan dan peralatan elektronik di rumah mereka.

"Hampir semua rumah yang tercantum dalam peta menyatakan penolakan," katanya.

Ia menuturkan, dalam proses pembahasan sebelumnya, warga ring 1 telah menyampaikan keberatan. Namun, pembangunan tower sempat tetap berjalan.

Agus menyebut pembangunan saat ini baru mencapai sekitar seperempat bagian. 

Setelah warga menyampaikan penolakan, pembangunan akhirnya dihentikan sementara.

"Pembangunannya baru sekitar seperempat, kemudian dihentikan sementara karena warga ring 1 sudah membuat surat penolakan yang ditandatangani RT dan RW setempat," ujarnya.

Selain menyampaikan penolakan secara tertulis, warga juga telah menyiapkan spanduk sebagai bentuk keberatan terhadap pembangunan tower tersebut.

Agus berharap penghentian sementara pembangunan dapat menjadi momentum untuk mencari solusi bersama dengan melibatkan warga yang terdampak langsung.

Menurutnya, warga ingin mendapatkan kejelasan mengenai rencana pembangunan tower, dampak yang mungkin ditimbulkan, serta jaminan keamanan bagi rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi.

"Katanya pembangunan tower tersebut merupakan bagian dari program pemerintah," kata Agus.

Warga pun berharap persoalan tersebut tidak hanya diselesaikan melalui penghentian sementara, tetapi ada pembahasan terbuka antara warga, pemerintah setempat, dan pihak yang berkaitan dengan pembangunan tower.

Hingga saat ini, warga masih menunggu kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan tower tersebut.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.