TRIBUN-TIMUR.COM - “Saya harus jaga nama baik fam (family) Sulaiman,” kata Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (48), di Rujab Bupati Bone, Jl Petta Ponggawae, Watampone, Kabupaten Bone, Rabu (19/8/2026) pagi.
Sekira 45 menit, Bupati Bone ke-14 itu menjamu tim Tribun Timur di ruang tamu rumah jabatan.
Tiga puluh menit waktu dihabiskan, mulai pukul 07.00 Wita hingga 07.30 Wita, Asman bercerita soal kinerja, keluarga, dan prinsip dipegang teguh dirinya.
Asman terpilih sebagai bupati saat kakaknya, Andi Amran Sulaiman (58) menjabat Menteri Pertanian RI Kabinet Merah Putih.
“Makanya kalau Menteri Pertanian berbuat salah, saya yang malu,” ujar putra dari pasangan almarhum Andi Sulaiman dan Andi Nurhadi ini.
Asman menjabat bupati saat adiknya, Andi Sudirman Sulaiman (bungsu dari 12 bersaudara), menjabat Gubernur Sulsel periode 2025-2030.
Baca juga: Andi Asman Sulaiman Undang 3 Menteri Putra Bone Pulang Kampung Bulan Depan
Asman juga menceritakan, kenapa dirinya tiba-tiba mencalonkan diri sebagai bupati di tanah kelahiran.
“Karena dulu kakakku pernah mencalonkan (sebagai Wakil Bupati Bone),” ujarnya.
Kakaknya yang dia maksud adalah almarhum mantan Kepala Bapenda Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman.
Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bone periode 2013-2018, Sumardi berpasangan Andi Mangunsidi Massarappi.
Sebelum menjabat kepala daerah, suami dari Maryam, menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bone serta Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bone.
Pada level eselon III, jabatan didudukinya adalah Camat Barebbo dan sebelumnya Sekretaris Camat Bengo.
Ia juga pernah menjabat Lurah Majang pada 2011, kelurahan di pinggiran Watampone, ibu kota Watampone.
“Dari saat masih menjabat lurah saya sudah dekat dengan media,” kata Asman menceritakan kepada Editorial Online Manager Tribun Timur Edi Sumardi, Editor Tribun Timur Ansar Lampe, Business Representative Tribun Timur Aven Purwantan Sauri, reporter Tribun Timur Wahdaniar, dan sejumlah kepala dinas yang mendampingi Bupati Bone.
Kepala dinas mendampinginya, antara lain Kadis Kominfo Bone Anwar, Kadis Pariwisata Bone Andi Nurmalia, dan Kadis Pendidikan Bone Baharuddin.
Seperti Orang Tuaku
Asman mengaku menganggap media massa seperti orangtuanya.
“Media itu seperti orang tuaku. Kalau ada salah ditegur (dikritik). Kalau ditegur, bererti media masih sayang sama saya. Begitu juga dengan orang tua. Mau melihat kita baik,” ujarnya.
Asman memahami salah satu fungsi media adalah social control.
“Dari kelas II SMA (SMA Negeri 1 Lappariaja) saya sudah kenal media,” ujarnya sambil menyebut sejumlah nama jurnalis senior di Makassar yang dikenalnya.
Selama menjabat bupati, dia memanfaatkan media untuk membantu mengawasi kinerja para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam waktu dekat, bupati akan merotasi sejumlah pejabat eselon II. “Ada 16 terancam diparkir,” sebutnya.
Dua tahun memimpin pemerintahan Kabupaten Bone, Asman butuh gerak cepat walau ada kebijakan efisiensi anggaran.
Dia butuh team work yang bisa dengan cepat mampu membaca dan mengeksekusi program-programnya.
Di bidang pertanian, Asman memaparkan keberhasilannya menjadikan Bone sebagai kabupaten “Pajasa” atau akrnonim dari kabupaten penghasil padi, jagung, dan sapi.
“Sekarang, sudah hilirisasi jagung. Kita bangun pabrik pakan di sini senilai Rp 1 triliun lebih,” kata Asman.
Di bidang infrastruktur, Asman memaparkan pembangunan pelabuhan di Tonra dan perpanjangan runway Bandara Arung Palakka.
Pelabuhan di Tonra dibanguna nilai investasi sekitar Rp1,7 triliun kerja sama Pemkab Bone dengan pihak swasta, PT AAS Gemilang Mandiri, dan diproyeksikan menjadi pusat logistik pesisir timur.
“Terbesar kedua setelah (Pelauhan Soekarno Hatta dan Makassar New Port) di Makassar. Nanti mendukung distribusi logistik di Sinjai, Bone, Wajo,” kata Asman.
Sementara, runway Bandara Arung Palakka akan diperpanjang menjadi 2.600 meter dari 1.400 meter.
“Nanti akan bisa didarati pesawat Boeing dan Airbus,” ujarnya. Saat ini, bandara eks Mappalo Ulaweng ini hanya didarati pesawat ATR.
Undang 3 Menteri
Tiga putra Bone yang menjabat menteri pada Kabinet Merah Putih diundang pulang kampung, akhir September 2026 bulan depan.
“Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), Menteri Agama (Nasaruddin Umar), Menteri Pertahanan (Sjafrie Sjamsoeddin),” katanya.
Selain Amran, Nasaruddin, dan Sjafie, putra Bone lainnya di Kabinet Merah Putih adalah Anis Mata yang menjabat Wakil Menteri Luar Negeri.
Mereka diundang pulang kampung untuk menghadiri festival budaya bertajuk Gau’ Maraja.
Rencananya akan digelar selama lima hari, 24-29 September 2026, di tiga kecamatan (Kajuara, Awangpone, Tanete Riattang).
“Giring Ganesha (Wakil Menteri Kebudayaan) juga akan hadir,” kata Asman menyebutkan lagi.
Kepala Dinas Kebudayaan Bone Andi Murni jadi ketua panitia Gau’ Maraja. Dia kerabat Sjafrie.
Bone menjadi tuan rumah festival pengembangan dan pelestarian kearifan lokal serta budaya daerah itu sebulan sebelum Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan XVIII.
Porprov dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 14 November 2026 di Bone dan Wajo.
Sebelumnya, Gau’ Maraja diselenggarakan pada tanggal 3 hingga 5 Juli 2025 di Maros.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon hadir.