WARTAKOTALIVE.COM, NUSA TENGGARA TIMUR — PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) melalui PNM Peduli menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk warga yang masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian.
Bantuan disalurkan setelah PNM melakukan pemantauan kondisi karyawan serta pemetaan terhadap nasabah dan masyarakat yang terdampak gempa.
Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada 47 unit kerja PNM di wilayah Flores.
Hingga proses pemantauan dilakukan, sebanyak 792 karyawan PNM telah berhasil dikonfirmasi kondisinya.
PNM juga terus berkoordinasi dengan jaringan di daerah untuk memperoleh informasi mengenai kondisi masyarakat, nasabah, dan karyawan yang terdampak.
Untuk memperkuat respons, PNM mengaktifkan tim RESPATI guna melakukan kajian cepat di sejumlah wilayah.
Pada Minggu (16/8/2026), tim mulai bergerak membawa bantuan awal berupa makanan instan dan obat-obatan.
Hasil pemetaan menunjukkan kebutuhan masyarakat di pengungsian tidak hanya berupa pangan. Kelompok rentan juga membutuhkan susu dan popok bayi, pembalut, serta perlengkapan kebersihan.
PNM kemudian menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Pada Senin (17/8/2026), sebanyak 147 paket bantuan senilai Rp144 juta disalurkan kepada 1.347 penerima manfaat di delapan titik pengungsian dan wilayah terdampak.
Pemimpin PNM Cabang Denpasar Made Dwantara Wijaya mengatakan, dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat dapat berubah dengan cepat.
Karena itu, PNM Peduli tidak hanya berfokus pada pengiriman bantuan, tetapi terlebih dahulu melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan.
"Kami berharap bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan Insan PNM yang terdampak,” ujarnya.
Penyaluran bantuan berlanjut pada Selasa (18/8/2026). Tim RESPATI bersama PNM Cabang Denpasar mendistribusikan bantuan ke wilayah Alok Timur berupa sembako, peralatan kebersihan, dan kebutuhan kesehatan pribadi senilai Rp15 juta.
Pada Rabu (19/8/2026), tim PNM Cabang Denpasar bersama RESPATI dan PNM Peduli kembali menjangkau tiga titik pengungsian di Sambi Rampas dan sekitarnya, yakni Posko Golosita, Posko Wangkung, dan Posko Kecamatan Sambi Rampas.
Sedikitnya 1.101 jiwa pengungsi menerima bantuan berupa air mineral, beras, mi instan, telur, sarden, roti, minyak goreng, dan susu.
Di Posko Golosita, sebanyak 158 pengungsi yang mayoritas merupakan nasabah PNM Mekaar turut menerima bantuan.
Selain mendatangi lokasi pengungsian, PNM Peduli juga mendukung kebutuhan dapur umum di wilayah Reok dan sekitarnya.
Bantuan yang disiapkan antara lain beras, telur, mi instan, air mineral, roti, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan makanan lainnya.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari respons PNM terhadap kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Namun, PNM tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memantau kondisi karyawan dan nasabah di wilayah terdampak.
Menurut Kindaris, bencana dapat mengganggu aktivitas usaha nasabah PNM Mekaar dan berdampak terhadap pendapatan keluarga.
Karena itu, kondisi nasabah akan terus menjadi perhatian PNM dalam proses pemulihan.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga tetap bersama mereka sampai kondisi berangsur pulih," ucapnya.
"Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami akan terus melihat kebutuhan lanjutan, termasuk bagaimana nasabah dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya,” tambah Kindaris.
Melalui PNM Peduli, PNM akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menjangkau wilayah yang masih membutuhkan dukungan.
Dari satu posko ke posko lainnya, bantuan diupayakan hadir berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Hadir di tengah bencana bukan hanya tentang memberikan bantuan. Lebih dari itu, PNM berupaya memastikan mereka yang terdampak tahu bahwa dalam masa sulit sekalipun, mereka tidak berjalan sendiri.