TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK- Bupati Siak Afni Z berdiri di atas sampan berwarna hijau yang bergerak perlahan menyusuri Sungai Selodang, Kecamatan Sungai Mandau. Mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan penutup kepala berwarna senada, Afni tampak menikmati sampan di punggung sungai kebanggaan masyarakat Sungai Mandau tersebut.
Senyumnya terlihat lepas. Sesekali ia mengangkat tangan. Warga yang berdiri di tepian sungai langsung membalasnya dengan lambaian tangan.
Sejumlah warga juga mengangkat telepon seluler. Mereka mengabadikan momen ketika orang nomor satu di Kabupaten Siak itu berada di tengah sungai.
Pemandangan tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam pembukaan Serindit Boat Race 2026 di Tepian Jembatan Kampung Sungai Selodang.
Di tengah suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sungai yang biasanya menjadi bagian dari aktivitas masyarakat berubah menjadi arena perlombaan. Perahu-perahu berwarna cerah terlihat bergerak di atas air. Di tepian, warga berkumpul menyaksikan jalannya kegiatan.
Sorak dan tepuk tangan sesekali terdengar ketika perahu melintas di hadapan penonton. Afni datang untuk membuka secara resmi Serindit Boat Race 2026.
Namun sebelum memberikan sambutan, ia terlebih dahulu menikmati suasana sungai bersama masyarakat. Momen Afni berada di atas sampan itu membuat suasana pembukaan terasa lebih dekat dan cair. Tidak ada jarak antara pejabat dan warga. Afni menyapa dari tengah sungai. Warga membalas dari tepian.
Serindit Boat Race 2026 merupakan kegiatan tahunan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 19 hingga 20 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Afni memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang dipimpin Razi Ramadhan. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak harus membuat kreativitas masyarakat berhenti.
Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran harus dijawab dengan gagasan dan semangat gotong royong.
“Saya datang ini wujud bahwa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Afni, Kamis (20/8/2026).
Ia mengaku bangga melihat panitia tetap mampu menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Meskipun di tengah efisiensi anggaran yang luar biasa, tetapi kreativitas masih tetap jalan,” katanya.
Menurut Afni, kreativitas seperti itulah yang perlu terus dipelihara. Ia bahkan menggunakan sebuah pepatah untuk menggambarkan semangat panitia.
“Tak ada rotan, akar pun jadi. Kreativitas seperti ini yang terus kita butuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti Serindit Boat Race memiliki nilai lebih. Selain menjadi hiburan dalam momentum kemerdekaan, kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah. Olahraga juga menjadi arena untuk membangun kebersamaan.
Setelah berbicara tentang kegiatan, Afni kemudian menyampaikan persoalan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Sungai Mandau. Yakni pembangunan jalan.
Kondisi infrastruktur menjadi salah satu persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat di kawasan tersebut. Sungai Mandau memiliki kekayaan sumber daya alam. Sejumlah perusahaan juga beroperasi di wilayah ini.
Namun akses jalan masih menjadi pekerjaan yang harus diperjuangkan. Afni mengatakan pemerintah Kabupaten Siak tetap berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut.
Ia menyampaikan, pembangunan jalan dari arah Tualang menuju Sungai Mandau sebelumnya telah terealisasi sekitar satu kilometer.
Tahun ini, pemerintah kembali mendapatkan tambahan pembangunan sekitar 3,5 kilometer. Pembangunan tersebut berasal dari dukungan pemerintah pusat.
“Perlu diketahui, anggaran ini bukan dari APBD karena keterbatasan kita, melainkan hasil perjuangan pusat lewat Inpres Jalan Daerah,” jelas Afni.
Afni mengatakan perjuangan mendapatkan anggaran pusat tidak mudah. Karena itu, ia ingin pemerintah pusat melihat langsung kondisi masyarakat di Sungai Mandau. Menurutnya, persoalan jalan harus dilihat dari dekat. Bukan hanya melalui laporan di atas meja.
“Kita perlu mengundang orang Jakarta ke Sungai Mandau agar mereka tahu penderitaan rakyat di sini,” tegasnya.
Afni memahami masyarakat bisa kecewa. Terutama karena pembangunan jalan yang diharapkan belum seluruhnya terealisasi. Namun ia memastikan pemerintah daerah tidak akan menghindar.
“Saya tahu bapak dan ibu mungkin kecewa dan kesal melihat lambatnya pembangunan jalan. Tapi saya tidak ke mana-mana. Saya tidak lari dari tanggung jawab,” lanjut Afni.
Ia berjanji akan terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat Sungai Mandau sesuai kemampuan pemerintah daerah.
“Semampu dan sedaya upaya saya, saya akan tetap hadir langsung bersama masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Ketua Panitia Serindit Boat Race 2026, Razi Ramadhan, melaporkan sebanyak 19 tim ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Peserta terbagi dalam dua kategori. Sebanyak 12 tim mengikuti kategori putra.
Sedangkan tujuh tim lainnya mengikuti kategori putri. Setiap tim memiliki delapan kru inti. Komposisinya terdiri dari enam pendayung, satu drummer atau penabuh drum dan satu jurumudi.
Selain kru inti, setiap tim diperkuat dua pemain cadangan. Peserta berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Siak.
Mereka berasal dari Kecamatan Siak, Mempura, Tualang dan Koto Gasib. Panitia juga menghadirkan satu tim undangan khusus dari Kabupaten Bengkalis. Kehadiran tim dari luar Kabupaten Siak membuat persaingan semakin menarik.
Di atas sungai, setiap tim harus menjaga irama. Enam pendayung harus bergerak dalam satu gerakan. Sementara dentuman drum menjadi pengatur tempo.
Semua harus bekerja bersama agar perahu dapat melaju cepat. Di tepian sungai, warga memberikan dukungan. Mereka berdiri di antara rumah-rumah panggung dan pepohonan yang tumbuh di sepanjang bantaran. Bendera Merah Putih juga menghiasi sejumlah bagian tepian sungai. Suasana perkampungan berpadu dengan semarak perlombaan. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)