TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Sebanyak 11 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, kini telah rampung dipugar sepenuhnya.
Bangunan yang dulunya kurang layak tersebut kini resmi bertransformasi menjadi tempat tinggal yang lebih kokoh, aman, dan nyaman bagi para penerima manfaat.
Peresmian fasilitas tempat tinggal anyar ini digelar secara simbolis di salah satu kediaman warga penerima bantuan yang berlokasi di Nagari Sako Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu.
Agenda peresmian tersebut sekaligus menjadi penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian program Karya Bakti Bedah Rumah Layak Huni hasil kolaborasi Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Kabupaten Solok Selatan untuk tahun 2026.
Baca juga: Sampah Sumbar Jadi Sorotan Kementerian, Kapasitas Tampung di Padang Terbatas
Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, menegaskan keberadaan rumah tinggal memiliki fungsi dan makna yang amat mendasar bagi sebuah keluarga.
Menurut Yulian Efi, bangunan rumah bukan cuma sebatas tempat untuk berlindung dari teriknya sengatan matahari maupun guyuran hujan.
Ia menjelaskan bahwa di dalam rumahlah sebuah keluarga memulai proses membangun kualitas hidup mereka dari waktu ke waktu.
Di tempat itu pula anak-anak tumbuh, berkembang, menimba ilmu, serta menyerap berbagai nilai kebersamaan sebagai bekal masa depan.
Baca juga: SPBU Sumbar Disanksi Pertamina, Penyaluran Solar di 3 Lokasi Masih Dihentikan
Lebih lanjut, Yulian Efi menyampaikan bahwa perbaikan fisik bangunan RTLH membawa dampak sosial yang jauh lebih luas bagi para penghuninya.
“Perbaikan ini tidak sekadar mempercantik tampilan luar dinding atau memperkokoh atap bangunan saja. Dampak utama yang dihadirkan lewat perbaikan ini adalah hadirnya rasa aman, kenyamanan, serta tingkat kesehatan lingkungan yang jauh lebih baik,”jelasnya dilansir resmi Kamis (20/8/2026).
Langkah perbaikan hunian ini secara langsung turut mengangkat derajat dan martabat keluarga penerima manfaat di tengah kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Pertamina Sanksi Lebih dari 20 SPBU di Sumbar, Tiga Masih Disetop Penyaluran BBM
Selesainya pengerjaan 11 unit rumah di Kecamatan Sungai Pagu ini dinilai sebagai bukti konkret efektivitas kerja sama lintas sektor.
Berbagai persoalan krusial di tengah masyarakat diyakini dapat terselesaikan dengan baik apabila seluruh elemen mau bergerak bersama.
Sinergi yang padu antara jajaran pemerintah, aparat TNI, sektor dunia usaha, hingga tingkat pemerintah nagari terbukti mampu menghadirkan manfaat nyata.
Partisipasi aktif dari warga sekitar juga menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan pembangunan fasilitas fisik tersebut.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Sumbar, Warga Solok hingga Padang Diminta Siaga
Atas suksesnya penyelenggaraan program ini, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya.
Ungkapan apresiasi tersebut ditujukan secara khusus kepada Komandan Kodaeral II Padang beserta seluruh jajarannya yang telah turun tangan langsung.
Selain itu, ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada pihak PT Semen Padang serta PLN Wilayah Sumatera Barat atas kontribusi nyata mereka.
Kerja sama yang solid dengan Baznas dan segenap pihak terkait dinilai sangat membantu mewujudkan impian warga memiliki tempat tinggal layak.
Baca juga: Penyerang Muda Timnas Mierza Firjatullah Gabung Semen Padang FC, Jadi Rekrutan Terakhir Kabau Sirah
Yulian Efi tidak memungkiri bahwa tantangan dalam menuntaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga di daerah cukup kompleks dan tidak mudah.
Pemerintah daerah dipastikan tidak akan sanggup berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari pemangku kepentingan lainnya.
Oleh sebab itu, diperlukan pola sinergi yang berkelanjutan antara Pemkab, TNI, Polri, BUMN, swasta, hingga pemerintahan di tingkat nagari.
Pemkab Solok Selatan berkomitmen untuk terus merawat dan memperkuat semangat gotong royong ini dalam setiap roda pembangunan daerah ke depan. (*)