PROHABA.CO, BANDA ACEH - Nama Firdaus Noezula kini menempati posisi penting dalam peta bisnis energi Aceh.
Firdaus Noezula, S.T., M.Si., resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT PEMA Global Energi (PGE).
Putra daerah asal Aceh Utara ini menggantikan posisi Andika Mahardika yang telah memimpin perusahaan migas sebagai Direktur Utama PT PGE sejak tahun 2023.
Penetapan Firdaus Noezula sebagai Dirut PT PGE diambil melalui mekanisme Keputusan Pemegang Saham (KPS) perusahaan tersebut pada Rabu (19/8/2026).
“Benar, sudah ditetapkan oleh pemegang saham sebagai Direktur Utama PT PGE Mohon doa dan dukungan agar bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar Firdaus Noezula saat dikonfirmasi Prohaba.co, Kamis (20/8/2026) sore.
Baca juga: Mawardi Nur Resmi Dilantik sebagai Kepala BPMA, Sebelumnya Dirut Pema
Firdaus Noezula lahir dan besar di Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.
Putra dari pasangan Hasan Basri (almarhum) dan Hildawati Arifin ini menamatkan pendidikan S-1 Teknik Informatika di Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.
Lalu, ia melanjutkan studi ke S-2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan IPB University.
Selama ini, Firdaus Noezula juga aktif dalam organisasi dan isu-isu sosial-ekonomi Aceh.
Sebelum ditunjuk sebagai Dirut PT PGE, suami dari Rahmatun Fauza SP MSi ini pernah menjadi Komisaris Independen PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA, Tenaga Ahli Bupati Aceh Utara (2016- 2018), dan Tenaga Ahli DPR RI (2020-2024).
Dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh, Firdaus Noezula memahami pembangunan, ekonomi daerah, dan perencanaan strategis.
Dengan jabatan yang pernah diduduki, ia juga memahami tata kelola dan ekosistem PT PEMA sebagai pemegang saham terbesar PT PGE. Firdaus Noezula yang saat ini menjadi Sekretaris Umum DPD Himpunan Alumni IPB Wilayah Aceh juga memiliki jejaring yang baik di pusat maupun daerah yang dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan.
Baca juga: Aceh Ingin Gas Blok Andaman Diproses di Darat, Revisi PoD Disiapkan
PT PEMA Global Energi (PGE) adalah perusahaan yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi, bagian dari badan usaha milik Pemerintah Aceh melalui PT Pembangunan Aceh (PEMA).
Struktur pemegang saham PT PGE terdiri atas PT PEMA 51 persen, PT Energi Mega Persada Tbk (Bakrie Grup) 48 persen, dan PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) 1 persen.
Wilayah operasi utama perusahaan yang berkantor pusat di Banda Aceh ini berada di Aceh Utara.
Adapun wilayah kerja PT PGE masuk dalam Wilayah Kerja (WK) B. Sedangkan komoditas utama dari prusahaan ini adalah gas bumi dan kondensat.
Saat ini PGE mengoperasikan tiga kelompok lapangan gas darat yakni Lapangan Arun, yang terdiri atas Cluster 1, 2, 3, dan 4; South Lhoksukon (SLS) A; serta South Lhoksukon (SLS) D.
Selain kegiatan produksi, sejak 2023 PGE juga mengelola fasilitas kondensat di bekas lokasi PT Arun NGL kawasan Blang Lancang, Lhokseumawe.
(Jamaluddin)
Baca juga: Genjot Ekonomi Aceh, Mualem Lobi Hashim Djojohadikusumo Bahas Hilirisasi Blok Andaman
Baca juga: Dosen Unsam Langsa Ciptakan Inovasi Pengolahan Sampah Plastik jadi Produk Bernilai Ekonomi