16 Karhutla Terjadi di Trenggalek, BPBD Imbau Tak Membuka Lahan dengan Cara Dibakar 
Rendy Nicko August 21, 2026 06:02 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek mencatat sebanyak 16 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang musim kemarau hingga Agustus 2026.

Kebakaran tersebut terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek yang mengalami kondisi kering dan rawan terjadi karhutla.

Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan, penanganan karhutla dilakukan bersama dengan TNI dan Polri untuk mencegah api meluas.

"Berkaitan dampak kekeringan saat ini, karhutla di Kabupaten Trenggalek ada 16 kali kejadian di beberapa kecamatan. Alhamdulillah, kita di-backup TNI Polri dalam rangka mengantisipasi supaya tidak meluas," terang Triadi Atmono, Jum'at (21/8/2026).

Baca juga: Nilai IRH Naik Jadi 99,1, Kota Kediri Raih Predikat Istimewa dalam Reformasi Hukum

Menurutnya, wilayah yang cukup sering terjadi kebakaran di antaranya Gunung Orak-Arik, Gunung Jaas, Panggul, dan Dongko.

Untuk menangani kebakaran di wilayah yang memiliki medan terjal, BPBD bersama tim gabungan masih menggunakan metode pemadaman secara manual.

"Yang paling aman melihat medan terjal di wilayah Kabupaten Trenggalek ini, pengamanan personel juga demikian, menggunakan gepyok tradisional. Kemudian kita lakukan bersama-sama membuat sekat bakar," jelasnya.

Selain penanganan karhutla, BPBD Trenggalek juga masih melakukan pendistribusian air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

Pria yang juga sebagai Pj Sekda Trenggalek ini menyebut berdasarkan pembaruan data, kekeringan telah berdampak pada 25 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

"Hari ini kita upayakan di Panggul, khususnya yang paling terdampak meluas. Kita lakukan secara bergiliran untuk pendistribusian air bersih dan di wilayah dataran ini juga kita lakukan pendistribusian air bersih," ujarnya.

Sementara kebakaran lahan hutan terbaru terjadi kemarin milik Perum Perhutani kembali terjadi di Petak 76 B, wilayah RT 06 RW 02, Kelurahan Tamanan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Selasa (18/8/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB hingga 20.30 WIB. Lokasi tersebut berada di kawasan RPH Trenggalek, BKPH Trenggalek, KPH Kediri Selatan.

Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 3,5 hektare dari total area 30,7 hektare. Vegetasi di lokasi berupa tanaman jati dan sengon buto.

Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Damkar, Perhutani, relawan, dan masyarakat langsung melakukan pemadaman setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.15 WIB.

Triadi menegaskan seluruh pihak yang berwenang akan bersikap tegas bagi pelaku pembakaran hutan. Karena menimbulkan dampak yang besar dan membahayakan.

"Yang jelas, sampai saat ini pemerintah pusat sudah melakukan penyidikan berkaitan dengan bagi yang melakukan tindakan pembakaran hutan," katanya.

Ia menegaskan pembakaran lahan dapat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.

"Kami mengimbau warga masyarakat Trenggalek, mari untuk tidak melaksanakan pembakaran lahan, dalam artian ladang dan hutan, untuk mencegah supaya tidak meluasnya dampak dari kebakaran hutan dan lahan," tutupnya. 

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.