Dosen UBB Ajak Santri Belitung Lanjut Kuliah dan Kuasai Keterampilan Digital
Asmadi Pandapotan Siregar August 24, 2026 01:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pendidikan di pesantren dinilai tidak harus menjadi akhir perjalanan akademik bagi para santri. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, santri didorong untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi sesuai minat dan potensi masing-masing.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan tim dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Roudlotus Sahliyyin Al-Mustarsyidin (Rosam), Kelapa Kampit, dan Pesantren Darrul Arofah, Sijuk.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 santri dan santriwati di masing-masing pesantren. Para peserta didampingi guru dan ustaz selama kegiatan berlangsung.

Tim pengabdi memberikan informasi mengenai berbagai pilihan program studi, jalur masuk perguruan tinggi, biaya pendidikan hingga peluang memperoleh beasiswa.

Selain pendidikan tinggi, tim dosen UBB juga mengenalkan keterampilan yang dibutuhkan generasi muda di era digital.

Keterampilan tersebut meliputi kemampuan komunikasi, kolaborasi, penguasaan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI, serta kemampuan memahami perubahan sosial dan budaya.

Ketua tim pengabdi, Resti Amalia, mengatakan lulusan pesantren perlu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

"Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial dan teknologi digital, lulusan pesantren juga dituntut untuk memiliki kemampuan literasi yang kuat," kata Resti melalui siaran rilis yang diterima posbelitung.co pada Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, santri tidak hanya perlu mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus bisa memilah informasi dan memanfaatkannya secara produktif.

Di sisi lain, tim pengabdi menekankan bahwa kemampuan mengikuti perkembangan zaman tidak berarti harus meninggalkan identitas dan budaya lokal.

Herza, salah satu anggota tim pengabdi, mengatakan generasi muda perlu tetap melestarikan kearifan lokal sembari membangun wawasan global agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia.

Ia menilai perguruan tinggi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, beradaptasi dan membangun relasi sosial.

Tim pengabdi memilih pesantren sebagai lokasi kegiatan karena pendidikan bagi santri dinilai tidak cukup hanya berfokus pada ilmu agama.

Resty Widyanty dan Harianto selaku anggota tim mengatakan santri juga perlu mendapatkan pendidikan umum agar memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai bidang keilmuan.

Harianto mengatakan sejumlah perguruan tinggi di Bangka Belitung dapat menjadi pilihan bagi santri sesuai minat dan bidang yang ingin ditekuni.

"Kami mempunyai harapan bagi para santri agar termotivasi untuk terus bersekolah," ujarnya.

Sementara itu, kegiatan di Pesantren Rosam Kelapa Kampit diikuti siswa kelas tiga MTs dan siswa kelas sepuluh Madrasah Aliyah (MA).

Meski sebagian peserta masih duduk di kelas sepuluh, antusiasme mereka terhadap dunia perkuliahan terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan kepada tim pengabdi.

Perwakilan Pesantren Rosam, Dani Irwansyah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan dosen UBB membantu santri memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai dunia perkuliahan.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darrul Arofah, Ustad Slamet dan Ustad Khalik, juga berharap kerja sama tersebut dapat terus dilakukan agar semakin banyak alumni pesantren yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sejumlah alumni Pesantren Darrul Arofah sendiri telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, seperti IAIN, UIN Jakarta dan UBB.

Pihak madrasah berharap kegiatan tersebut semakin meyakinkan para santri bahwa lulusan pesantren memiliki kesempatan yang luas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. (posbelitung.co/dede suhendar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.