TRIBUNTRENDS.COM - Polemik pelat nomor Vespa yang digunakan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak terus bergulir. Ario Kiswinar mempertanyakan status kendaraan bernomor polisi B 6008 DAS yang digunakan Dahnil.
Persoalan tersebut bermula ketika Dahnil mengunggah foto dirinya tengah mengendarai Vespa usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI.
Dalam unggahannya, Dahnil menyebut dirinya bersama Gus Irfan Yusuf sempat mampir ke sebuah kedai kopi sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Unggahan tersebut kemudian mendapat komentar dari Kiswinar. Anak Mario Teguh itu awalnya menyinggung kondisi Vespa Dahnil yang hanya menggunakan satu kaca spion.
Kiswinar juga menyindir gaya Dahnil saat mengendarai Vespa tersebut dan membandingkannya dengan momen ketika sang wakil menteri menggunakan KRL.
Dahnil sempat membalas komentar Kiswinar. Namun, persoalan kemudian berkembang ketika Kiswinar mempertanyakan keabsahan pelat nomor B 6008 DAS.
Baca juga: Mario Teguh Tersandung Dugaan Penipuan, Ario Kiswinar Muncul Sindir Ayah: Harta Ga Dibawa Mati Pa
Kiswinar kemudian membagikan tangkapan layar hasil pengecekan data kendaraan melalui layanan informasi kendaraan.
Menurut Kiswinar, nomor polisi B 6008 DAS tidak ditemukan dalam layanan tersebut.
Ia kemudian menyebut pelat nomor yang digunakan pada Vespa Dahnil sebagai pelat "bodong".
Tudingan tersebut kemudian dibantah Dahnil. Ia menyebut pernyataan Kiswinar sebagai fitnah dan menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum terkait tudingan tersebut.
Polemik pun semakin menjadi perhatian publik setelah muncul data lain mengenai kendaraan dengan nomor polisi tersebut.
Setelah polemik berkembang, muncul data dari layanan informasi kendaraan Pemerintah Provinsi Banten yang mencantumkan nomor B 6008 DAS.
Dalam data tersebut, kendaraan itu tercatat sebagai Vespa Scuter 150 cc dengan tahun keluaran 1947.
Kemunculan data tersebut menjadi bahan tanggapan Kiswinar. Ia kembali memberikan sindiran terkait temuan data kendaraan tersebut.
Namun demikian, munculnya data kendaraan tersebut belum serta-merta menjelaskan seluruh persoalan mengenai status administrasi dan penggunaan pelat nomor pada Vespa yang dikendarai Dahnil.
Status administrasi kendaraan serta keabsahan pelat nomor tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Begitu pula dengan rencana Dahnil untuk membawa tudingan tersebut ke jalur hukum yang hingga kini masih menjadi bagian dari polemik.
Dengan demikian, persoalan pelat nomor Vespa B 6008 DAS masih bergulir, sementara publik menanti klarifikasi resmi mengenai status kendaraan dan pelat nomor yang digunakan Dahnil Anzar Simanjuntak.
(TribunTrends.com)