Satpam di Surabaya Jambret Kalung 9 Kali, Hasil Kejahatan Disebut Buat Sedekah 
Wiwit Purwanto August 24, 2026 03:32 PM

 

Profesi Satpam, Pelaku Spesialis Jambret Kalung di Kawasan Elit Gunakan Uang Hasil Kejahatan Untuk Sedekah

 

Surabaya, Surya 

 

Satpam Spesialis Jambret Kalung di Surabaya Mengaku Sedekahkan Uang Hasil Kejahatan

SURYA.CO.ID SURABAYA - Seorang satpam berinisial SY (28) diamankan Polsek Mulyorejo setelah diduga menjambret kalung emas sembilan kali di kawasan elite Surabaya Timur dan mengaku menyisihkan hasil kejahatan untuk sedekah serta kebutuhan sehari-hari pula.

Pengakuan itu terungkap dalam video yang diunggah Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan, melalui akun media sosial pribadinya, luthfie.daily, Senin (24/8/2026). SY tampak diinterogasi di Mapolsek Mulyorejo setelah diamankan polisi.

SY merupakan warga Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Ia diamankan setelah diduga beraksi di sembilan lokasi berbeda di kawasan elite Surabaya Timur dengan sasaran perhiasan kalung emas milik perempuan.

Aksi terakhirnya menyasar perempuan paruh baya berinisial S (44), warga Perumahan Cluster San Diego, Pakuwon City, Surabaya, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Baca juga: Polisi Tangkap Jambret Spesialis Kalung di Surabaya, Termahal Raup Rp60 Juta

Saat itu, korban berada di Jalan Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mulyorejo pada Jumat (17/7/2026).

Sasar Perempuan yang Mengenakan Kalung

Dalam pemeriksaan, SY mengaku mencari korban secara acak. Ia mengatakan yang menjadi perhatian utamanya adalah perempuan yang mengenakan kalung.

“Yang penting orang pakai kalung, saya ambil, Ndan.Ngasal aja, orang Cina, Ndan,” kata SY, saat diinterogasi Kombespol Luthfie di Mapolsek Mulyorejo.

Setelah mendapatkan kalung, SY mengaku menjual hasil rampasannya kepada seorang penadah di Jalan Blauran, Surabaya. Transaksi dilakukan melalui komunikasi telepon dan berlangsung hingga sembilan kali.

Baca juga: Polisi Bongkar Komplotan Jambret Asal Malang yang Tewaskan Pedagang di Tulungagung

“Lewat telepon, parkiran di BGJ sampai ke 9 kali dijual semuanya ke penadah. Nawarin, Mas. Mau nggak Sampeyan ini emas? Dapatnya nggak genah. Sampai ke 9 kali, Ndan,” akunya.

Dari sembilan aksi tersebut, SY beraksi di sejumlah lokasi dengan nilai hasil penjualan yang berbeda. Di Jalan Ir Soekarno, tepat di depan restoran Mcd Merr, ia merampas kalung yang kemudian dijual seharga Rp2.800.000 pada siang hari.

SY juga lima kali beraksi di Jalan Mulyosari. Dari beberapa kalung yang dirampas, hasil penjualannya mencapai sekitar Rp20.600.000.

Aksi lainnya terjadi di Jalan Kenjeran dengan hasil penjualan kalung Rp1.800.000, kemudian di Jalan Tempurejo sebesar Rp1.000.000. Sementara di Perumahan Sutorejo Utara, kalung yang dirampas dijual sebesar Rp60.000.000.

Sebagian Hasil Jambret Disebut untuk Sedekah

Di tengah pemeriksaan, muncul pengakuan lain yang membuat Kombespol Luthfie Sulistiawan heran. SY mengaku bekerja sebagai security dan menyisihkan sebagian uang hasil penjualan kalung untuk bersedekah.

“Saya kerja security, Ndan. Uangnya buat sedekah, Ndan. 10 persen kadang 30 persen. Sisanya kasih beras didoakan minta selamat ndan,” tutur SY.

SY kemudian menyebut sejumlah uang yang menurut pengakuannya berasal dari hasil penjualan perhiasan tersebut.

“Iya ndan (Rp100 juta ada, red). Dibawahnya Rp17 juta, Ndan. Terus Rp3 juta, Rp5 juta, habis itu Rp3 juta, Rp1 juta 350 yang 3 gram, Ndan,” ucap SY.

Mendengar pengakuan tersebut, Kombespol Luthfie meminta jajarannya memburu penadah yang diduga terlibat dalam penjualan kalung emas hasil rampasan SY.

“Harus dapat ya, cari! Ya udah pelaku dikeler dulu, handphone-nya buka, profiling aja, alamatnya kan ada penadahnya. Nanti dicari,” kata Kombespol Luthfie.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, AKP Joko Susanto, mengatakan polisi lebih dulu mengintai gerak-gerik SY selama tujuh hari sebelum melakukan penangkapan.

“Kalungnya ditarik (oleh pelaku,red). Korban mengetahui persis ciri-cirinya si pelaku itu, khususnya jaketnya,” imbuh AKP Joko.

Kapolsek Mulyorejo, Kompol Subadri, menambahkan SY diringkus ketika hendak kembali melakukan aksi. Polisi menutup satu jalur untuk mempersempit ruang geraknya.

“Satu jalur itu kita tutup, giliran dia sudah kepergok, putar balik, ditabrak oleh anggota kami,” tandas Kompol Subadri.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.