Zivana Montessori Kembangkan Hidroterapi untuk Stimulasi Sensorik Anak
Muh. Abdiwan August 25, 2026 07:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivitas di dalam air tidak hanya menjadi sarana bermain dan berenang bagi anak, tetapi juga dikembangkan TK Zivana Montessori melalui program hidroterapi sebagai salah satu bentuk stimulasi untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Program hidroterapi tersebut dapat diikuti anak dari lingkungan sekolah maupun masyarakat umum, baik anak berkebutuhan khusus maupun anak tipikal.

TK Zivana Montessori yang berlokasi di Jl. Prof. Basalamah atau eks Jl. Racing Centre, Kompleks Mustika Mulia Blok A4 No.1 Makassar, menghadirkan kegiatan tersebut dengan pendampingan terapis.

Setiap sesi dilakukan melalui berbagai gerakan dan permainan yang disesuaikan dengan respons serta kebutuhan masing-masing anak selama berada di dalam air.

Kepala Yayasan Zivana Montessori, Adilah Wina Fitria, mengatakan lingkungan air memberikan pengalaman berbeda bagi anak karena melibatkan aktivitas fisik sekaligus stimulasi sensorik.

“Aktivitas di dalam air memberikan pengalaman yang berbeda karena anak tidak hanya bergerak, tetapi juga mendapatkan stimulasi sensorik yang melibatkan keseimbangan, koordinasi, kekuatan tubuh, serta kemampuan mengatur respons tubuhnya,” ujar Adilah.

Menurut Adilah, program hidroterapi di Zivana Montessori tidak hanya diperuntukkan bagi anak yang mengalami hambatan perkembangan, tetapi juga dapat menjadi pilihan stimulasi bagi anak secara umum.

“Kami ingin membangun pemahaman bahwa stimulasi berbasis air dapat menjadi salah satu pilihan yang baik untuk mendukung tumbuh kembang setiap anak, bukan baru diberikan ketika anak mengalami hambatan perkembangan,” katanya.

Sebelum masuk ke kolam, anak terlebih dahulu melakukan pemanasan untuk mempersiapkan tubuh sebelum menjalani aktivitas di dalam air.

Setelah berada di kolam, anak melakukan sejumlah gerakan sederhana untuk beradaptasi dengan lingkungan air sebelum dilanjutkan dengan permainan yang melibatkan gerakan tubuh dan interaksi dengan berbagai benda.

Terapis hidroterapi Zivana Montessori, Nining Muthmainnah, mengatakan kegiatan dalam setiap sesi dilakukan dengan mengombinasikan gerakan dan permainan agar anak dapat belajar sekaligus merasa nyaman.

Anak dapat diajak berjalan di dalam kolam, mengambil benda di dalam air, melempar dan menangkap bola, hingga melakukan gerakan seperti berjalan jongkok dan merangkak.

Menurut Nining, suasana kegiatan dibuat menyenangkan dengan memberikan respons positif kepada anak selama mengikuti setiap tahapan aktivitas.

“Metode yang saya gunakan itu membuat suasananya lebih ceria atau senang. Saya selalu tersenyum dan mengafirmasikan kepada anak bahwa ini tidak apa-apa,” ujarnya.

Pendampingan kemudian disesuaikan dengan respons masing-masing anak dengan terlebih dahulu mengamati perilaku mereka selama berada di dalam air.

Nining mencontohkan seorang anak yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap air dan beberapa kali ingin menyelam atau kembali bermain ketika kegiatan lain sedang berlangsung.

Dalam kondisi tersebut, Nining tetap mendampingi anak dengan memberikan kesempatan berenang sebelum secara bertahap mengarahkannya kembali pada aktivitas yang telah direncanakan.

“Saya tetap berada di sampingnya, membiarkan Ananda untuk tetap berenang, lalu saya ambil lagi Ananda. Saya tanya, sebelumnya kita mau jalan jongkok dulu,” ujarnya.

Menurut Nining, situasi tersebut dapat terjadi berulang kali selama sesi karena anak sangat menyukai aktivitas di dalam air sehingga pendampingan dilakukan secara bertahap agar anak tetap nyaman sekaligus dapat kembali mengikuti kegiatan.

Ketertarikan anak terhadap aktivitas berenang menjadi salah satu alasan keluarga mengikuti program hidroterapi di Zivana Montessori, ditambah pengetahuan guru dan terapis mengenai kondisi sensorik anak yang menjadi pertimbangan orangtua.

“Kebetulan Ananda suka berenang. Dengan adanya hidroterapi bisa lebih menstimulasi masalah sensorik Ananda,” ujarnya.

Orangtua tersebut mengatakan pemahaman guru dan terapis mengenai kondisi anak membuat keluarga merasa lebih percaya untuk mengikuti program hidroterapi di Zivana Montessori.

“Memilih hidroterapi di Zivana karena guru/terapis sudah tahu tentang permasalahan sensorik Ananda jadi lebih percaya untuk menitipkan Ananda ke Zivana,” katanya.

Setelah mengikuti sesi hidroterapi, orangtua tersebut juga mengungkapkan perubahan yang diamatinya pada kondisi anak setelah menjalani aktivitas di dalam air.

“Sangat senang. Setelah Hydro Ananda juga jauh lebih tenang,” tuturnya.

Melalui pendekatan yang menggabungkan aktivitas fisik, permainan dan stimulasi sensorik, Zivana Montessori berupaya menjadikan hidroterapi sebagai ruang aktivitas yang menyenangkan sekaligus mendukung kebutuhan tumbuh kembang setiap anak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.