Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau 10 kali erupsi tercatat terjadi pada Selasa (25/8/2026) sejak dini hari hingga siang hari.
Baca Juga: Dua Pelajar Temukan Jasad Bayi Tertumpuk Sampah di Sungai Bandar Lampung
Erupsi terbaru terjadi pada pukul 12.31 WIB.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi 61 detik.
Sebelumnya, erupsi juga terjadi pada pukul 12.26 WIB dengan karakteristik serupa.
Kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, berwarna kelabu hingga hitam, dan teramati tebal ke arah barat daya.
Erupsi pukul 12.26 WIB itu memiliki amplitudo maksimum 53 milimeter dengan durasi 41 detik.
Aktivitas erupsi juga tercatat pada pukul 12.00 WIB.
Kolom abu kembali mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau 557 mdpl, dengan warna kelabu hingga hitam dan intensitas tebal ke arah barat daya.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 54 mm dan durasi 48 detik," kata Suwarno, Selasa (25/8/2026).
Rangkaian erupsi tersebut telah terjadi sejak pagi.
Pada pukul 08.51 WIB, kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 457 mdpl.
Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut.
Saat laporan erupsi pukul 08.51 WIB dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Sebelumnya, erupsi terjadi pada pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 mdpl.
Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 64 milimeter dan durasi 57 detik.
Sementara itu, sejak dini hari Gunung Anak Krakatau juga beberapa kali mengalami erupsi yang tidak dapat diamati secara visual.
Erupsi tercatat pada pukul 04.48 WIB, 04.30 WIB, 03.36 WIB, 03.08 WIB, dan 03.06 WIB.
Pada erupsi pukul 04.30 WIB, amplitudo maksimum mencapai 54 milimeter dengan durasi 113 detik.
Kemudian erupsi pukul 03.08 WIB memiliki amplitudo maksimum 60 milimeter dengan durasi 253 detik.
Sedangkan erupsi pukul 03.06 WIB tercatat dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi 88 detik.
Pada erupsi pukul 04.48 WIB dan 03.36 WIB, saat laporan dibuat aktivitas erupsi masih berlangsung.
Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Suwarno mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan gunung.
Aktivitas juga dilarang dilakukan dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Imbauan tersebut sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )