Sejarah Forum Dosen, dan Mengapa Krisis Kepemimpinan Terjadi di Semua Sektor
Saldy Irawan August 26, 2026 06:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - "Refleksi Kebangsaan: Asa di tengah Krisis Kepemimpinan", itulah tema yang diangkat dalam kegiatan diskusi Forum Dosen yang diselenggarakan di kantor Tribun Timur, Jalan Cendrawasih, No. 430, Kota Makassar, Sulsel, Rabu (26/8/2026).

Diskusi ini disiarkan secara langsung di kanal YouTube Tribun Timur.

Dihadirkan sebagai pembicara, dosen dan akademisi dari berbagai latar belakang keilmuan dan kampus.

Di antaranya yaitu Dr H Adi Suryadi Culla MA, selaku Koordinator Forum Dosen/Moderator

Kemudian Dr Subhan Jaya Mappaturung, sebagai Pemantik diskusi.

Lalu sebagai narasumber yakni Prof Dr HM Qasim Mathar, Prof Dr H A Muin Fahmal SH MH (Guru Besar Hukum Tata Negara UMI Makassar), Dr H A Hamid Paddu MA (Guru Besar Ekonomi Unhas), Dr Rakhmat Muhammad M Si (Akademisi Fisip Unhas), Prof Laode Husein (Guru Besar UMI Makassar). 

Prof Marzuki DEA (Guru Besar Ekonomi Unhas), Prof Dr KH Najmuddin: Ketua Umum MUI Sulsel, Prof Dr H Ma’ruf Hafidz SH MH (Guru Besar Ilmu Hukum UMI Makassar), Prof Dr H Firdaus Muhammad (Guru Bear Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar), Prof Mustari Musatafa (Guru Besar Filsafat UIN Alauddin Makassar), Dr Imran Hanafi (Dosen FISIP Unhas), Prof Ruslan Ranggong SH MH (Guru Besar Hukum Pidana Unhas) .

Kegiatan diskusi dimulai pada sekitar pukul 14.50 Wita.

Dr Adi Suryadi Culla dan Dr Subhan Jaya Mappaturung duduk di tengah pada meja forum yang ditata berbentuk huruf U.

Di samping kiri kanan duduk para narasumber. Hadir juga Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur AS Kambie. 

Pembawa acara lalu mempersilahkan AS Kambie menyampaikan sambutan. 

AS Kambie pertama-tema menyapa Dr Subhan Mappaturung yang baru bergabung dengan Forum Dosen.

Dr Subhan merupakan dosen di Universitas Islam Makassar dan sekaligus Direktur Utama PT Bosowa Utama. 

Ia mengungkapkan bahwa ide diskusi kali ini berangkat dari keresahan Dr Subhan yang melihat krisis kepemimpinan di Indonesia saat ini telah terjadi di semua level.

Krisis kepemimpinan tidak hanya terjadi dalam politik dan pemerintahan, seperti yang biasa terdengar, tapi juga telah merembet ke di dunia usaha maupun organisasi sosial dan profesi.

"Informasinya, bukan cuma negara yang krisis kepemimpinan, perusahaan juga, bahkan organisasi-organisasi sumber kaderisasi pengusaha juga krisis kepemimpinan, seperti Kadin, Apindo, itu juga mengalami hal yang sama," paparnya.

AS Kambie mengatakan Dr Subhan sebagai pemantik diskusi akan mendadas latar belakang permasalahan tersebut secara lebih dalam.

AS Kambie lalu menjelaskan sejarah lahirnya forum dosen yang rutin melaksanakan diskusi membahas berbagai persoalan, dari isu lokal, sampai isu bangsa dan negara termutakhir.

Ia mengungkapkan bahwa Forum Dosen hadir sejak tahun 2006. Awalnya bernama Forum Dosen Tribun Timur. 

"Kenapa Forum Dosen hadir, karna Tribun Timur sejak awal ingin tampil beda dengan media lain di Sulawesi Selatan, dan yang membedakan itu, Tribun Timur harus ditopang oleh akademisi," ucapnya.

Sejak awal kelahirannya, Dr Adi Suryadi Culla telah dipercayakan sebagai Koordinator. 

Alasannya, kata AS Kambie, karna Dr Suryadi adalah akademisi terkemuka untuk berbicara terkait politik dan pemerintahan.

Dr Suryadi saat itu baru pulang dari Jakarta menyelesaikan studi doktonya di Universitas Indonesia.

"Pokoknya dialog politik itu belum sah kalau tidak ada Dr Adi Suryadi Culla, akhirnya kita merasa inilah orang yang tepat waktu itu kita ajak kerja sama," katanya tersenyum menatap jajaran pembicara.

" Waktu itu Pak Adi jauh lebih gagah dari sekarang," seloroh AS Kambie disambut tawa hadirin forum.

Kemudian seiring perkembangan, Forum Dosen Tribun Timur berubah nama menjadi Forum Dosen. Hal itu karna Forum Dosen telah menjadi sumber wacana khalayak luas.

"Kita tidak berharap ini hanya milik Tribun Timur, dan akhirnya, Forum Dosen ini bisa eksis sampai sekarang," jelasnya.

AS Kambie berterima kasih kepada seluruh anggota forum dosen yang selama ini telah bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya. 

Ia mengungkapkan butuh upaya besar datang menghadiri forum di kantor Tribun Timur yang terletak di ujung selatan Kota Makassar.

"Terus terang kami sebenarnya merasa berat mengundang bapak-bapak, Prof, datang ke sini, karna Tribun Timur ini hampir di luar Makassar, jauh sekali," ucapnya.

"Saya tahu Prof Marzuki itu hampir selalu naik pete-pete di sini, Pak Muin Fahmal kadang mau pulang tidak ditau di mana Grab nya, kadang kita harus bantu buat aplikasi Grab, Pak Prof Qasim Mathar biasa datang ke sini naik becak, kalau Pak Dr Ahmad selalu diantar supir pribadi datang ke sini. Itu membuat kami bersama Dr Adi berat memanggil para guru dan orang tua kita datang ke sini," tambah Alumni Fakultas Ilmu Budaya Unhas ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.