Update Banjir Bandang Desa Avolua Parigi Moutong: Air Surut, Tim Gabungan Kebut Penanganan
mahyuddin August 26, 2026 06:09 PM

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Banjir Bandang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026) pukul 01.00 WITA.

Hujan deras yang mengguyur wilayah setempat memicu luapan air sungai hingga menerjang pemukiman warga serta menimbun akses jalan utama.

Desa Avolua berada di wilayah pesisir timur Sulawesi Tengah yang berhadapan langsung dengan perairan Teluk Tomini.

Secara topografi, kawasan itu didominasi perbukitan dan pegunungan tinggi di bagian barat yang membentang curam ke arah dataran rendah dan pesisir di bagian timur.

Karakteristik topografi perbukitan terjal yang dialiri alur sungai berarus deras membuat wilayah pesisir Parigi Utara sangat rentan terhadap luapan air serta pergerakan lumpur dan material kayu dari dataran tinggi saat curah hujan tinggi terjadi.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Desa Avolua Parigi Moutong, 100 Jiwa Terdampak dan 12 KK Mengungsi

Desa Avolua terletak di koridor lintasan utama di utara Parigi.

Jarak lokasi banjir di Desa Avolua menuju Kota Parigi (Ibu Kota Kabupaten Parigi Moutong) berkisar antara 15 hingga 20 kilometer, atau dapat ditempuh dengan waktu perjalanan darat sekitar 20 hingga 30 menit dalam kondisi normal.

Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 17.20 WITA, banjir bandang berpusat di Dusun 2 Desa Avolua.

Sedikitnya 73 KK atau 251 jiwa terdampak.

Banjir Bandang merusak 11 unit rumah kategori berat dan 46 unit rumah kategori ringan.

Akibat kejadian itu, 50 jiwa mengungsi ke titik aman.

Sejumlah kendaraan juga dilaporkan terdampak.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Sebulan Jadi Buron, Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu Ditangkap Polisi

Sebanyak 9 unit sepeda motor, 4 unit mobil, serta 2 unit forklift terendam lumpur

Meski kerusakan material cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Tim gabungan bersama pihak terkait terus berkoordinasi dengan BPBD Parigi Moutong.

Pemerintah setempat juga mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.

TNI-Polri dan pemerintah juga berjibaku membersihkan rumah warga dari lumpur.

Sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan para korban meliputi makanan siap saji, pasokan air bersih, tenda pengungsian, bantuan logistik penanggulangan bencana, hingga pengerahan alat berat untuk pembersihan rumah warga serta normalisasi sungai.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.