Rahim Sterling didakwa atas mengemudi berbahaya dan kepemilikan nitrous oxide setelah kecelakaan Lamborghini senilai £270.000
Rina Kusumawati August 26, 2026 06:09 PM

Rahim Sterling menghadapi kemungkinan hukuman penjara hingga dua tahun setelah secara resmi didakwa menyusul kecelakaan mobil yang menyita perhatian pada Mei. Mantan pemain sayap Manchester City dan Liverpool itu terlibat dalam tabrakan kendaraan tunggal di jalan tol M3 dengan Lamborghini mewah miliknya.

Mantan bintang Inggris menghadapi dakwaan serius

Menurut laporan, Sterling bisa terancam hukuman penjara maksimal dua tahun jika dinyatakan bersalah atas mengemudi berbahaya setelah Lamborghini senilai £270.000 miliknya terlibat dalam kecelakaan di jalan tol. Pemain sayap berusia 31 tahun itu juga didakwa atas kepemilikan nitrous oxide untuk dihirup secara melawan hukum serta gagal memberikan sampel.

Juru bicara Kepolisian Hampshire & Isle of Wight mengonfirmasi proses hukum tersebut dengan menyatakan: "Seorang pengemudi akan hadir di pengadilan bulan depan untuk menghadapi dakwaan setelah tabrakan di M3. Rahim Sterling, 31, dari Berkshire, telah didakwa atas pelanggaran berikut: mengemudi berbahaya, kepemilikan nitrous oxide untuk dihirup secara melawan hukum, gagal memberikan sampel."

Nitrous oxide dan implikasi hukumnya

Dakwaan terkait nitrous oxide, yang umum dikenal sebagai gas tertawa atau "hippy crack", tergolong serius karena zat tersebut diklasifikasikan ulang sebagai obat terkontrol Kelas C pada November 2023. Penggunaannya tetap menjadi perhatian di sepak bola profesional meskipun risiko serangan jantung, stroke, dan kerusakan otak telah terdokumentasi. Sterling, yang sebelumnya dibebaskan dengan jaminan sementara penyelidikan berlanjut, kini harus menjawab dakwaan-dakwaan spesifik itu di pengadilan.

Kecelakaan itu terjadi di dekat Simpang Minley, dengan para saksi melaporkan bahwa kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan tol. Tidak ada cedera yang dialami pengemudi maupun pengguna jalan lainnya, tetapi sifat cara mengemudi yang dilaporkan para saksi berujung pada dakwaan serius mengemudi berbahaya. Mantan bintang tim nasional itu menjaga profil rendah sejak insiden tersebut dan hanya terlihat dalam cuplikan yang menunjukkan dirinya menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Karier di persimpangan

Masalah hukum ini datang pada masa ketidakpastian profesional bagi pemenang Liga Primer empat kali tersebut. Setelah menikmati periode penuh trofi bersama Manchester City, kepindahan Sterling ke Chelsea pada 2022 dengan nilai £50 juta menandai awal dari fase yang sulit.

Sumber yang dekat dengan sang pemain menyebut kondisi kesehatan mentalnya terdampak selama berada di Stamford Bridge, tempat ia pada akhirnya dipaksa berlatih terpisah dari skuad tim utama di bawah Enzo Maresca.

Peminjaman berikutnya ke Arsenal gagal menghidupkan kembali performanya, yang kemudian diikuti masa singkat bersama klub Belanda Feyenoord. Kesepakatan itu berakhir pada penghujung musim lalu, membuat Sterling kini berstatus tanpa klub.

Isolasi dan sorotan publik

Seorang sumber menyoroti tekanan yang dihadapi Sterling dengan mengatakan: "Dia adalah pemain internasional yang sangat produktif dan membawa skuad Inggris mencapai level penting dalam satu dekade terakhir, tetapi dibuat merasa tidak berharga. Beban psikologis yang ditimpakan kepadanya tak terukur. Dia merasa terisolasi. Begitu dia menyentuh bola, dia langsung diberi tahu bahwa dia gagal dan sudah habis. Dia telah diejek dan dicemooh."

Menjelang tanggal sidang pada September, perhatian kini tertuju pada konsekuensi hukum dari tabrakan di M3 tersebut. Sterling, yang bertunangan dengan Paige Milian dan memiliki tiga anak, kini harus menghadapi dakwaan ini sementara masa depannya di sepak bola profesional masih belum jelas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.