Tinjau Bantuan untuk NTT, Wako Padang Temukan Masalah di Gedung Sentra Rendang
Rezi Azwar August 26, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wali Kota Padang Fadly Amran menemukan sejumlah persoalan saat meninjau kondisi Sentra Rendang Kota Padang, kawasan Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (26/8/2026).

Persoalan utama yang menjadi perhatian Fadly yakni kondisi ruang produksi yang cukup panas serta sistem pembuangan udara atau exhaust yang dinilai belum memadai.

Temuan itu didapat Fadly setelah memantau langsung aktivitas para pemasak di Sentra Rendang yang tengah membuat bantuan makanan rendang yang akan dikirimkan ke NTT.

Menurutnya, kondisi tempat kerja harus segera dibenahi agar aktivitas produksi dapat berlangsung lebih nyaman.

"Memang saya pantau panas dan kekurangan eksos. Secepatnya saya minta Bapak Sekda dan kepala dinas mencarikan solusinya," kata Fadly.

Baca juga: DPRD Sumbar Minta Kasus Video Asusila Pejabat Pemprov Sumbar Diusut Tim Independen

Fadly Soroti Kondisi Tempat Produksi

Fadly menilai persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan mengingat Sentra Rendang disiapkan sebagai tempat produksi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

Aktivitas memasak dalam jumlah besar membuat keberadaan sistem pembuangan udara dan pendingin menjadi penting.

Jika fasilitas tersebut tidak bekerja secara optimal, kondisi ruang produksi menjadi kurang nyaman bagi para pemasak.

Karena itu, Fadly meminta Sekretaris Daerah (Sekda) bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mencari solusi atas persoalan tersebut.

Selain fasilitas produksi, Fadly juga menyoroti Rumah Kemasan yang berada di kawasan Sentra Rendang.

Baca juga: DPRD Sumbar Siapkan Perda Lindungi Petani dari Gagal Panen dan Harga Anjlok

Ia menargetkan fasilitas tersebut dapat mulai dimanfaatkan masyarakat secara optimal pada 2027, setelah sejumlah aturan dan persyaratan penggunaannya diselesaikan.

Menurut Fadly, Rumah Kemasan nantinya tidak hanya digunakan untuk produk rendang, tetapi juga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM lainnya.

Fasilitas tersebut dapat membantu pelaku usaha dalam proses pengemasan, termasuk desain kemasan dan penggunaan peralatan yang tersedia.

"Kita tidak mencari untung. Retribusinya saja, biayanya sangat terjangkau," ujarnya.

Fadly mengatakan, pelaku UMKM yang memiliki produk seperti bumbu rendang, kerupuk maupun produk lainnya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Kalau masyarakat punya produk, misalnya kerupuk atau produk-produk UMKM lainnya, silakan datang ke sini. Packaging-nya lengkap, alat-alatnya juga saya rasa yang terbaru," tuturnya.

Disnaker Akui Fasilitas Perlu Diperiksa

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Padang Ferri Erviyan Rinaldy membenarkan adanya fasilitas yang perlu diperiksa dan diperbaiki di Sentra Rendang.

Ferri mengatakan, Sentra Rendang sebenarnya telah siap digunakan sejak 2024. Namun, pemeliharaan sejumlah fasilitas belum berjalan maksimal karena keterbatasan anggaran.

"Sentra kita ini sebenarnya sudah ready itu di 2024. Barang dipakai, pemeliharanya kemarin kita belum ada anggaran," kata Ferri.

Menurutnya, exhaust dan sistem pendingin udara menjadi fasilitas yang akan segera diperiksa.

Baca juga: BPBD Padang Pastikan 38 Sirine EWS Tsunami dan Banjir Berfungsi 100 Persen

Kapasitas fasilitas tersebut dinilai belum cukup untuk menunjang aktivitas memasak dalam jumlah besar.

"Untuk exhaust dan air, saya lupa namanya, untuk memberi pendingin itu kekuatannya kurang. Itu yang akan segera kita lakukan pemeriksaan," ujarnya.

Pemeriksaan akan dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi fasilitas sebelum menentukan langkah perbaikan.

Pemko Padang juga menyiapkan anggaran pada 2027 agar Sentra Rendang dan Rumah Kemasan dapat digunakan secara lebih maksimal.

"Dengan ada pemeriksaan, ditambah juga nanti anggaran di 2027, Sentra Rendang dan Rumah Kemasan ini bisa maksimal. Jadi yang akan memasak dan sebagainya di sini beraktivitas merasa nyaman," katanya.

Kapasitas Produksi Akan Ditambah

Selain persoalan fasilitas, Pemko Padang juga berencana meningkatkan kapasitas produksi di Sentra Rendang.

Saat ini, satu kuali mampu menampung sekitar 15 kilogram rendang dalam sekali memasak.

Ferri mengatakan, pihaknya mengusulkan penambahan kapasitas sehingga satu kuali nantinya dapat menampung hingga 20 kilogram.

Baca juga: Kabut Asap Kiriman Bikin Kualitas Udara di Dharmasraya Tak Sehat, Pemkab Bagikan Ribuan Masker

"Kita juga akan mengajukan penambahan untuk kualinya. Kalau sekarang yang ada itu 15 kilogram satu kuali, kita mengupayakan di 2027 satu kuali itu 20 kilogram," ujarnya.

Sentra Rendang memiliki delapan kamar produksi. Dengan kapasitas 20 kilogram untuk masing-masing kuali, delapan kamar tersebut nantinya ditargetkan mampu menghasilkan 160 kilogram rendang dalam satu kali proses memasak.

"Kita punya delapan kamar. Delapan kamar kali 20, bisa 160 sekali memasak. Itu kita usahakan bisa di 2027 karena semua akan tergantung juga dengan anggaran," kata Ferri.

Dengan perbaikan fasilitas dan peningkatan kapasitas tersebut, Pemko Padang berharap Sentra Rendang tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga bisa menunjang aktivitas pelaku UMKM secara lebih optimal.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.