BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Industri Keuangan Nonbank (IKNB) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatatkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026.
Pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan, aset bersih dana pensiun, hingga pembiayaan melalui industri pinjaman daring (Pindar).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel, Agus Maiyo mengatakan, piutang pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan hingga Mei 2026 mencapai Rp 15,98 triliun. Angka tersebut tumbuh 34,66 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Secara keseluruhan, sektor Industri Keuangan Nonbank (IKNB) mencatatkan pertumbuhan positif,” ujar Agus.
Berdasarkan sektor ekonomi, pertambangan dan penggalian menjadi sektor dengan penyaluran pembiayaan tertinggi, yakni mencapai Rp 3,68 triliun.
Selanjutnya, penyaluran pembiayaan untuk aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya mencapai Rp 2,06 triliun.
Sementara, sektor perdagangan besar dan eceran memperoleh pembiayaan sebesar Rp 1,42 triliun.
Pertumbuhan positif juga tercatat pada industri dana pensiun. Hingga Mei 2026, aset bersih dana pensiun mencapai Rp 378 miliar atau tumbuh 6,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan hingga April 2026 meningkat signifikan sebesar 27,55 persen secara tahunan menjadi Rp 347 miliar.
Meski pembiayaan meningkat, tingkat risiko kredit secara agregat masih terjaga. Tingkat Wanprestasi 90 Hari (TWP90) tercatat sebesar 2,00 persen, membaik dibandingkan posisi Desember 2025 yang berada di level 2,08 persen.
Agus menyatakan kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan pembiayaan di sektor IKNB masih diiringi dengan terjaganya kualitas pembiayaan, khususnya pada industri Pindar. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Sauirn)