TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Republik Arab Mesir bekerja sama dengan pemerintah Republik Indonesia membuka Beasiswa EGYAID untuk jenjang S1, S2, S3, hingga Kelas Bahasa Arab.
Kesempatan ini dibuka untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin kuliah gratis di Universitas terbaik Mesir (Non Al-Azhar), yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Mesir.
Fokus institusi pada Beasiswa EGYAID yaitu di Universitas Negeri Mesir (Non Al-Azhar) dan Pusat Kebudayaan Mesir untuk Pembelajaran Bahasa Arab.
Pendaftaran dibuka hingga Selasa, 15 September 2026 melalui tautan link resmi.
Merangkum laman resmi, berikut informasi selengkapnya.
Tips: Lulusan SMA/Sederajat dari negara asal memiliki nilai tambah untuk jenjang S1.
Disclaimer: Pastikan seluruh dokumen resmi telah diterjemahkan dan disiapkan sesuai regulasi yang berlaku.
Baca juga: Beasiswa Zakat Indonesia atau BeZakat 2026 Resmi Dibuka
EGYAID adalah program beasiswa dari Pemerintah Republik Arab Mesir untuk mahasiswa internasional.
Nama EGYAID merujuk pada program Egyptian Government Scholarships for Foreign Students, yang ditujukan untuk pelajar asing yang ingin menempuh pendidikan di Mesir.
Program ini dikelola melalui skema pertukaran budaya pemerintah Mesir.
Jenjang yang ditawarkan:
Program Bahasa Arab sebagai bahasa kedua untuk mahasiswa asing.
Beasiswa ini terutama terkait dengan perguruan tinggi negeri di Mesir dan tidak mencakup universitas swasta maupun universitas nasional dalam skema EGYAID.
Besaran dan komponen pembiayaan dapat berbeda berdasarkan jenjang dan ketentuan tahun penerimaan.
Jadi, EGYAID tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai beasiswa yang otomatis menanggung seluruh biaya hidup dan semua kebutuhan mahasiswa.
Untuk ketentuan tertentu, beasiswa dapat mencakup pembebasan biaya pendidikan atau fasilitas pendukung lainnya sesuai aturan Pemerintah Mesir.
Karena komponen pembiayaan dapat berubah setiap tahun, calon pendaftar perlu melihat ketentuan pada tahun akademik yang dituju.
EGYAID merupakan beasiswa untuk mahasiswa asing, maka warga negara Indonesia (WNI) secara umum dapat menjadi salah satu calon penerima selama memenuhi persyaratan program dan persyaratan akademik dari universitas yang dituju.
Sebagai gambaran, dokumen teknis EGYAID 2025/2026 mencantumkan persyaratan akademik minimal 70 persen untuk jenjang sarjana dan predikat “Good” untuk pascasarjana, selain persyaratan usia dan dokumen lainnya.
Untuk jenjang pascasarjana, calon mahasiswa juga diminta menyiapkan proposal penelitian.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)