Pasca 2 Bocah Kakak Adik di PALI Meninggal Dunia Karena Terjangkit DBD, Ini Kata Kabid Dinkes PALI
Welly Hadinata August 27, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, meningkatkan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah dua kakak beradik, Andika Alam Saputra (9) dan Hulya Aliya Felis (7), meninggal dunia.

Dinas Kesehatan PALI mengimbau masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan, terutama di tengah kondisi pancaroba yang membuat sejumlah lokasi berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes PALI, Ernawati, SKM, membenarkan adanya dua anak kakak beradik yang meninggal dengan diagnosis terkait demam dengue.

"Yang meninggal itu dari hasil diagnosa terjangkit DBD dan bukan DBD," kata Ernawati, kepada Sripoku.com Kamis (27/8/2026).

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan antara Demam Dengue (DD) dan DBD. Menurutnya, salah satu tanda yang perlu diperhatikan pada kasus DBD adalah munculnya bintik pada kulit.

Ernawati menegaskan, pencegahan DD maupun DBD dapat dilakukan dengan memberantas sarang nyamuk di lingkungan rumah.

Masyarakat diminta rutin menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

“DBD ini bisa menyerang siapa saja dan bisa berakibat fatal jika terlambat penanganan. Kami mengimbau warga untuk rutin melaksanakan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas," ujarnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat diminta segera memeriksakan anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada demam berdarah.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai di antaranya demam tinggi lebih dari tiga hari, nyeri di belakang mata, hingga munculnya bintik merah pada kulit.

Dinkes PALI juga telah melakukan fogging fokus serta sosialisasi ke sekolah dan desa-desa yang dinilai rawan DBD.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberantasan sarang nyamuk.

Pemerintah berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menekan potensi munculnya kasus DBD dan mencegah jatuhnya korban kembali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.