TRIBUNNEWS.COM - Manchester United mulai merasakan pahitnya keputusan transfer masa lalu.
Dua tahun setelah gagal mendatangkan Declan Rice, kebutuhan Setan Merah terhadap sosok gelandang komplet seperti bintang Arsenal tersebut kembali mencuat.
Kondisi itu semakin terasa setelah Manchester United mengawali musim dengan hasil mengecewakan. Mereka takluk 0-2 dari tim promosi Hull City pada laga pembuka Liga Inggris, Sabtu (22/8/2026) kemarin.
Musim ini tantangan United juga jauh lebih berat. Selain Liga Inggris, pasukan Michael Carrick harus tampil di Liga Champions, Piala FA, dan Piala Carabao.
Dengan jadwal yang padat, pertanyaan besar muncul, apakah United memiliki pemain yang mampu tampil konsisten dalam puluhan pertandingan seperti Rice?
Legenda Manchester United, Bryan Robson, menilai Rice merupakan gambaran ideal pemain yang dibutuhkan timnya.
"Saya melihat orang-orang seperti Rice di Arsenal. Dia bermain di hampir setiap pertandingan," kata Robson dikutip dari talkSPORT.
Menurut Robson, pemain berkualitas seperti Rice sulit digantikan. Mereka bisa menjadi pembeda ketika sebuah tim harus menjalani pertandingan setiap tiga hari.
"Anda harus selalu memperhatikan siapa pemain hebat dan dia akan berada di tim Anda hampir setiap minggu," ujarnya.
Komentar tersebut sekaligus mengingatkan kembali keputusan Manchester United ketika memiliki peluang untuk merekrut Rice.
Baca juga: Manchester United Langgar Aturan di Matchday Awal Liga Inggris, Setan Merah Sibuk Cari Pengganti
Manchester United sebenarnya sudah memantau Rice sejak masih memperkuat West Ham United.
Pada 2021, Setan Merah dilaporkan tertarik mendatangkan gelandang Inggris tersebut. Namun, United mundur setelah West Ham memasang harga sekitar 80-90 juta pounds.
Mantan pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, kemudian mengakui bahwa dirinya memang sangat menyukai Rice.
Pada 2024, Solskjaer bahkan terang-terangan mengatakan United seharusnya berusaha lebih keras untuk mendapatkan sang gelandang.
Kesempatan kembali terbuka pada musim panas 2022. United disebut sempat mengajukan tawaran 100 juta pounds untuk Rice.
Namun, transfer tersebut tidak terwujud.
Setahun berselang, Arsenal datang dan membayar 105 juta pounds untuk memboyong Rice ke Emirates Stadium.
Kini, Rice justru berkembang menjadi salah satu gelandang paling penting Arsenal.
Menariknya, legenda United, Gary Neville, pernah meragukan apakah Rice layak dihargai lebih dari 100 juta pounds.
Pada awal 2023, Neville mengaku menyukai Rice, tetapi menilai harga tersebut terlalu mahal untuk seorang gelandang bertahan.
"Saya menyukai Declan Rice. Jelas, Declan memahami posisinya," kata Neville.
"Namun bagi saya, saya tidak akan menghabiskan 110 juta atau 120 juta pounds untuk Rice jika saya adalah Manchester United."
Neville kala itu lebih memilih United mengeluarkan sekitar 50-60 juta pounds untuk Rice.
Faktanya, Arsenal akhirnya membayar 105 juta pounds dan mendapatkan salah satu pemain paling konsisten di Premier League.
Rice bukan hanya menjadi gelandang bertahan. Ia juga berkembang dalam membantu serangan, menciptakan peluang, mencetak gol, serta mampu tampil dalam berbagai peran di lini tengah.
Hal tersebut membuat ucapan Bryan Robson terasa semakin relevan.
Di tengah kebutuhan Manchester United menghadapi jadwal padat dan tuntutan untuk kembali bersaing di papan atas, sosok seperti Rice menjadi pemain yang sangat berharga.
United mungkin kini menyesal karena kesempatan merekrutnya pernah datang, tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Sementara itu, Rice justru terus berkembang menjadi bagian penting dari proyek Arsenal.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa dalam bursa transfer, keputusan untuk mundur dari seorang pemain bintang bisa menjadi penyesalan besar beberapa tahun kemudian.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)