TRIBUNNEWS.COM - Juventus belum percaya diri memilih sosok pasti untuk menjaga gawang mereka di musim 2026/2027.
Untuk itu tim berjuluk Si Nyonya Tua ini menempuh cara cukup unik demi menjaga gawangnya tetap rapat.
Bisa dibilang, Juventus memang merombak kiper mereka dengan membuang Michele Di Gregorio ke Bournemouth.
Mattia Perin yang bertugas sebagai kiper kedua pun dipindahkan ke Palermo.
Alhasil, Juventus benar-benar tak punya penjaga gawang sebelum melakukan aksi di bursa transfer.
Pada akhirnya, para petinggi klub membuat keputusan besar soal pemilihan kiper baru.
Juventus memutuskan mendatangkan kiper dengan status pinjaman.
Menariknya, kiper yang didatangkan Juventus dengan status pinjaman tak cuma satu.
Baca juga: Update Klasemen Liga Italia: Inter Masih di Puncak, AC Milan & Juventus Ramaikan Papan Atas
Mereka mendatangkan dua kiper baru dengan status pinjaman semuanya.
Kedua kiper tersebut adalah Guglielmo Vicario dan Kamil Grabara.
Vicario didatangkan dari Tottenham Hotspur, sedangkan Grabara merupakan kiper utama Wolfsburg.
Keduanya berpotensi dipermanenkan Juventus jika bisa memenuhi ekspektasi dan performa di atas lapangan.
Ini merupakan opsi yang disengaja, didorong keinginan untuk memantau kedua pemain tersebut sepanjang musim tanpa terikat pada kesepakatan permanen.
Alhasil, mereka akan memiliki waktu semusim penuh untuk menilai kedua penjaga gawangnya itu.
Sebenarnya Juventus memiliki budaya kiper yang sangat luar biasa.
Mulai dari era Dino Zoff hingga Angelo Peruzzi pernah menjadi andalan.
Menginjak di era modern, ada Gianluigi Buffon yang tentu saja melekat di benak para penggemar klub.
Ada juga Wojciech Szczesny dan Mattia Perrin juga pernah menjabat sebagai kiper nomor satu.
Namun setelah Szczesny pergi, Si Nyonya Besar cukup kesulitan mendapatkan kiper nomor satu.
Dikutip dari Gazzetta dello Sport, ini menjadi kali pertama dalam 25 terakhir Juventus akan memiliki dua kiper baru yang sama sekali belum pernah membela mereka di musim sebelumnya.
Pada musim 2000/2001, Juventus asuhan Carlo Ancelotti mengandalkan Van der Sar dan Rampulla, dengan kiper muda asal Uruguay, Fabian Carini, sebagai pilihan ketiga.
Pada musim berikutnya ketika Marcello Lippi kembali ke kursi pelatih sekaligus berhasil meraih scudetto, Bianconeri menjual kiper asal Belanda tersebut ke Manchester United, mendatangkan Buffon dari Parma, dan mempromosikan Carini sebagai kiper pelapis.
Pada tahun-tahun berikutnya, Buffon tetap menjadi pilihan utama yang tak tergantikan, sementara Chimenti, Abbiati, Mirante, Belardi, Manninger, Storari, Neto, dan Szczesny menjadi kiper pelapis.
Pada pertandingan pembuka Liga Italia lalu, Juventus menurunkan Vicario sebagai kiper utama.
Hasilnya, Bianconeri berhasil mengamankan clean sheet di laga melawan Frosinone itu.
Mereka juga bisa mendapatkan tiga poin setelah memenangkan pertandingan dengan skor tipis 0-1.
(Tribunnews.com/Guruh)