Belajar Daring, Kabut Asap, Orang Tua Dampingi Anak Belajar dari Rumah
Heri Prihartono August 27, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Penerapan pembelajaran daring selama kabut asap di Kota Jambi tidak hanya mengubah aktivitas siswa, tetapi juga membuat orang tua harus lebih aktif mendampingi anak belajar dari rumah.

Bagi sebagian orang tua, belajar dari rumah bukan berarti anak dapat dibiarkan belajar sendiri. Mereka khawatir anak justru lalai mengikuti pembelajaran atau memanfaatkan waktu di luar kegiatan belajar untuk keluar rumah.

Hal tersebut dilakukan Aldi, warga Kota Jambi yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta. Selama pembelajaran daring, ia memilih tidak bekerja untuk memastikan kedua anaknya tetap mengikuti kegiatan belajar.

"Saya memilih di rumah untuk memastikan anak-anak belajar," ujar Aldi, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, pengawasan diperlukan karena anak terkadang dapat melewatkan pembelajaran jika tidak didampingi. Ia juga rutin berkoordinasi dengan guru untuk mengetahui tugas dan perkembangan belajar anak.

Selain memastikan pembelajaran berjalan, Aldi ingin anak-anaknya tetap berada di rumah selama kabut asap. Menurutnya, kebijakan belajar dari rumah akan menjadi sia-sia jika anak tetap keluar rumah dan terpapar asap.

Aldi memiliki anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP. Ia menilai anak usia SMP membutuhkan perhatian lebih karena sedang berada dalam fase mencari jati diri.

"Saya sebisa mungkin hadir untuk tumbuh kembang anak. Kalau kami berdua hadir, anak merasa lebih diperhatikan," ujarnya.

Kehadiran di rumah juga dimanfaatkannya untuk berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada anak. Ia bahkan memilih menggunakan tabungan sementara karena menilai bekerja di tengah kondisi udara berasap juga memiliki risiko.

Kekhawatiran Aldi bukan hanya soal paparan asap. Ia juga mengantisipasi anak keluar rumah dan berkumpul dengan teman-temannya tanpa pengawasan.

"Jangan sampai mereka keluar diam-diam, berkumpul dengan teman, lalu melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan," katanya.

Namun, kondisi berbeda dialami Dian, seorang karyawan swasta. Ia tetap bekerja karena pekerjaannya tidak dapat ditinggalkan.

Meski begitu, sepulang kerja Dian tetap menyempatkan diri memeriksa pelajaran dan tugas anaknya.

Dian mengaku cukup tenang karena anaknya memang lebih senang berada di rumah. Karena itu, ia tidak terlalu khawatir anaknya keluar selama pembelajaran daring.

"Syukurnya anak saya senang di rumah. Sehari-hari memang lebih sering di rumah," ujarnya.

Meski demikian, Dian berharap sekolah tetap aktif berkomunikasi dengan siswa selama pembelajaran dari rumah. Menurutnya, komunikasi yang intensif dapat membantu orang tua memastikan anak tetap mengikuti proses belajar.

Ia berharap guru tidak hanya memberikan tugas, tetapi juga tetap melakukan pembelajaran secara langsung melalui Zoom atau panggilan video WhatsApp.

Perbedaan cara kedua orang tua tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran daring selama kabut asap tidak hanya bergantung pada kesiapan sekolah dan guru. Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting agar anak tetap belajar sekaligus terlindungi dari paparan asap.

(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

Baca juga: Siswa di Kota Jambi Belajar Daring Selama Kabut Asap, Sekolah Sesuaikan Materi Pembelajaran

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.