TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Stasiun Geofisika Mataram mencatat sebanyak 39 kejadian gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 21-28 Agustus 2026.
Dari puluhan kejadian tersebut, tidak terdapat gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, aktivitas gempa pada periode tersebut didominasi oleh sumber gempa dari zona subduksi Lempeng Indo-Australia.
Data tersebut merupakan bagian dari informasi geofisika wilayah NTB yang dirilis Stasiun Geofisika Mataram untuk periode 21–28 Agustus 2026.
Baca juga: Dukung Penanganan Bencana Gempa NTT, PMI NTB Kirim Armada Truk Tangki Air Bersih
Selain aktivitas gempa bumi, BMKG juga mencatat aktivitas sambaran petir di wilayah NTB. Sepanjang periode 21–27 Agustus 2026, tercatat sebanyak 28 kejadian sambaran petir.
Kabupaten Sumbawa menjadi wilayah dengan catatan kejadian petir terbanyak, dengan total 28 sambaran selama periode pemantauan tersebut.
Sementara itu, pemantauan kemagnetan bumi menunjukkan kondisi yang relatif normal. BMKG mencatat nilai Indeks-K sebesar 2 nT dan indeks A maksimum 3,75.
Kondisi tersebut menunjukkan tidak terdapat badai magnet selama periode 21–27 Agustus 2026.
(*)