Stockbit Manfaatkan AI Hadirkan Fitur Analisis Saham untuk Bantu Investor dan Trader Ambil Keputusan
Mochamad Dipa Anggara August 28, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aplikasi dan platform investasi serta trading saham yakni Stockbit terus mengembangkan fitur dan teknologi untuk membantu investor dan trader melakukan analisis pasar secara lebih efektif. 

Sepanjang paruh pertama 2026, aplikasi investasi saham dan komunitas investor tersebut menghadirkan sejumlah pembaruan yang mencakup data aktivitas broker, kepemilikan saham, hingga teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Head of PR & Corporate Communication Stockbit William mengatakan, kebutuhan investor dan trader profesional terhadap data yang cepat, lengkap, dan mudah dianalisis terus meningkat.

“Investor dan trader profesional membutuhkan lebih dari sekadar akses untuk melakukan transaksi. Mereka membutuhkan data yang semakin komprehensif, cepat, dan mudah dianalisis untuk memahami dinamika pasar. Karena itu, tim Stockbit terus berinovasi dengan menghadirkan fitur-fitur yang dapat membantu pengguna melakukan analisis secara lebih mendalam,” ujar William dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026).

Salah satu pengembangan yang dilakukan Stockbit berfokus pada analisis aktivitas broker.

Melalui fitur Filter by Broker di Running Trade, pengguna dapat menyaring transaksi berdasarkan broker tertentu untuk mengamati aktivitas perdagangan secara lebih terarah.

Stockbit juga menghadirkan sejumlah fitur lain, seperti Broker Activity, Multiple Broker Activity, Broker Daily Activity, Broker Analysis di Desktop App, serta Broker Flow.

Pada Broker Flow, pengguna dapat menganalisis aktivitas perdagangan melalui Trade Flow dan Candlestick View.

Stockbit juga menyediakan Lock Broker Flow yang memungkinkan pengguna mempertahankan tampilan analisis broker tertentu ketika mengeksplorasi data.

Sementara itu, Running Trade dilengkapi informasi Value dan Real-Time Order Queue untuk memberikan gambaran transaksi serta antrean order secara real time.

Fitur Display Frequency turut membantu pengguna melihat frekuensi kemunculan transaksi secara lebih terstruktur.

Perluas akses data kepemilikan saham

Selain aktivitas broker, Stockbit memperluas informasi terkait struktur dan kepemilikan saham.

Pengguna versi Web kini dapat mengakses Data Ultimate Beneficiary Owner (UBO) dan Data Kepemilikan Saham di atas satu persen.

Data tersebut memungkinkan investor mendapatkan gambaran lebih mendalam mengenai pihak yang memiliki kepemilikan signifikan dalam suatu perusahaan.

Stockbit juga menyediakan Data Holdings & Investor Network di Web serta Investor Network di Mobile.

Fitur tersebut membantu pengguna mengeksplorasi informasi kepemilikan dan keterkaitan antar-investor.

Informasi struktur pemegang saham juga diperluas melalui Data 39 Jenis Komposisi Pemegang Saham.

Untuk memudahkan investor memantau transaksi, tersedia pula Open Order on Company Profile yang memungkinkan informasi order dilihat langsung dari halaman profil perusahaan.

Di perangkat mobile, fitur Ownership Allocation memberikan akses terhadap informasi alokasi kepemilikan.

Sementara Merge Order ID membantu menyederhanakan tampilan order yang saling berkaitan sehingga aktivitas transaksi dapat dipantau lebih efisien.

Hadirkan AI Reports untuk riset

Stockbit juga mulai mengintegrasikan teknologi AI melalui fitur AI Reports. Fitur tersebut dirancang untuk membantu investor memperoleh rangkuman dan informasi relevan dalam proses riset perusahaan.

William menyebutkan, AI Reports menjadi bagian dari upaya Stockbit menggabungkan data dengan teknologi AI untuk mendukung proses analisis investor.

“Kehadiran AI Reports menjadi bagian dari upaya Stockbit untuk menggabungkan kekuatan data dengan teknologi AI dalam mendukung proses analisis investor,” jelas William.

Stockbit terus mengembangkan fitur dan teknologi untuk membantu investor dan trader melakukan analisis pasar secara lebih efektif.  (Stockbit)

Untuk investor yang mengikuti aksi korporasi, termasuk penawaran umum perdana saham atau IPO, Stockbit menghadirkan Track Record Underwriters yang tersedia di Mobile, Web, dan Desktop App.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengeksplorasi rekam jejak penjamin emisi dalam satu tempat sebagai salah satu informasi tambahan dalam melakukan riset terhadap perusahaan yang akan melakukan IPO.

“Pengembangan fitur-fitur ini kami lakukan berdasarkan kebutuhan pengguna yang semakin kompleks seiring perjalanan mereka dalam berinvestasi," ungkap Wiliam.

Selain itu, lanjut William, Stockbit tidak hanya menjadi tempat untuk bertransaksi, tetapi juga menjadi platform yang menyediakan berbagai data dan perangkat analisis untuk membantu investor dan trader melakukan riset secara lebih menyeluruh.

Melalui berbagai pembaruan tersebut, Stockbit mengembangkan platform investasi yang menggabungkan data, teknologi, dan pengalaman pengguna.

"Pengembangan fitur akan terus dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan investor dan trader serta membantu mereka menjalankan proses riset dan aktivitas perdagangan secara lebih efisien," pungkas William.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.