Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Di balik perjuangan Tedi Kurnia merawat putranya, AH (3), balita asal Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, terdapat kisah kelam keterbatasan ekonomi yang menyingkap tabir realita warga pedalaman.
Tedi bersama istri dan dua anaknya tinggal di sebuah rumah panggung sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan harian, Tedi mengadu nasib sebagai kuli angkut kayu gelondongan dengan penghasilan tidak menentu.
Kondisi ekonomi yang serba terbatas serta minimnya edukasi gizi seimbang membuat Tedi hanya sanggup memberi asupan makanan seadanya untuk sang buah hati.
"Setahu saya dari kecil normal. Pertumbuhannya naik, tapi kata bidan harus diberi makanan yang gizinya bagus. Saya kan orang kampung, yang penting kasih makan aja," ujar Tedi polos saat ditemui dalam wawancara khusus SaksiKata, Rabu (26/8/2026).
Di tengah perjuangannya merawat sang anak yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di RSUD Ciamis akibat berat badan yang tak kunjung bertambah, Tedi mengungkapkan fakta mengejutkan: keluarganya belum pernah tersentuh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Baca juga: SAKSI KATA - Ayah Balita Gizi Buruk di Ciamis Jujur: Bingung Tak Paham Gizi
Padahal, secara ekonomi Tedi sangat membutuhkan uluran tangan untuk menopang proses pemulihan gizi anaknya.
"Bantuan dari pemerintah sekarang ini enggak ada. BPNT enggak dapat," ungkapnya.
Tak hanya urusan bansos, Tedi juga sempat terbentur kendala administrasi BPJS Kesehatan yang lambat, sehingga niatnya membawa AH ke rumah sakit secara mandiri sempat tertunda lama.
Beruntung, keluhan dan kebingungan Tedi kini mulai menemukan titik terang setelah direspons cepat oleh pihak Puskesmas Tambaksari dan RSUD Ciamis.
Untuk proses pemeriksaan ke RSUD Ciamis, seluruh kebutuhan akomodasi dan pengantaran ambulans ditanggung sepenuhnya oleh Puskesmas. Biaya pemeriksaan medis awal pun digratiskan oleh pihak RSUD Ciamis sembari menunggu kartu BPJS Kesehatan aktif per 1 September mendatang.
Baca juga: SAKSI KATA - Kisah Perjuangan Tedi Rawat Anak Balita yang Diduga Gizi Buruk di Ciamis
Meskipun dalam kondisi serba sulit, Tedi menegaskan tidak akan menyerah demi kesehatan putranya.
"Kalau demi anak, apa sih yang enggak dilakukan orang tua. Kalau ada bantuan dari pemerintah ya terima kasih, kalau enggak ada saya akan usahain sendiri biayanya," kata Tedi penuh tekad.
Kini, Pemkab Ciamis dan Puskesmas Tambaksari terus mengawal pemantauan asupan susu khusus rekomendasi dokter, sembari memproses pendaftaran bansos PKH serta BPNT agar keluarga Tedi mendapatkan haknya secara wajar. (*)