Kronologi Karhutla di 3 Desa Pulau Bangka Minut. Api Sempat Mendekati Permukiman Warga
Glendi Manengal August 28, 2026 08:35 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Inilah kronologi peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang terjadi di lebih dari dua Desa di wilayah Kepulauan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut).

Titik api awalnya terpantau pada Rabu (26/8/2026) malam di Desa Kahuku, lalu menjalar ke Desa Ehe dan Desa Libas.

Tiga Desa yang mengalami Karhutla ini berada di Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur.

Berdasarkan informasi dari personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Damkar dan Penyelamatan Minut, api mulai bisa dikendalikan hingga Kamis (27/8/2026) malam.

"Hari ini Jumat 28 Agustus 2026 kami kembali melakukan kroscek dan survey di beberapa titik yang terpantau ada apinya," terang Kepala Bidang penanggulangan bahaya kebakaran dan sarana dan prasarana Dinas Damkar dan Penyelamatan Stevi Paat dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Minut Robby Sepang saat dihubungi Tribun Manado melalui sambungan Telepon.

Pulau Bangka merupakan satu di antara beberapa wilayah Kepulauan di Kabupaten Minut.

Selain Pulau Bangka di Kecamatan Likupang Timur, ada pulau Talise di Kecamatan Likupang Barat, Pulau Mantehage di Kecamatan Wori, Pulau Nain Besar dan Nain Kecil di Kecamatan Wori.

Untuk menuju ke Pulau Bangka, menggunakan kapal, mengarungi laut Sulawesi, menerjang badai dan gelombang.

Kapal-kapal ke sana ada di pelabuhan Likupang dan beberapa wilayah pesisir di Likupang Minut.

Jarak dari Dermaga atau Pelabuhan Serei Likupang ke Pulau Bangka sekira 10 hingga 13 kilometer atau 5,5 hingga 6,5 mil laut.

Pakai speedboat atau perahu ditempuh dalam waktu 30 sampai 45 menit.

Peristiwa karhutla yang terjadi di beberapa Desa yang ada di Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minut, sempat dekat ke Desa Libas yang jaraknya sekitar 200 meter dari pemukiman warga.

Pada Rabu malam sebelumnya, titik api sempat mendekati pemukiman warga di Jaga 2 hingga jarak 20 meter, sehingga tim gabungan Pemda Minut dan warga langsung bergerak cepat di pagi harinya.

Proses pemadaman sejak Rabu malam kemarin melibatkan personil Dinas Damkar dan Penyelamatan Minut 14 Personel, BPBD tiga orang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, masyarakat dan unsur terkait lainnya seperti Basarnas dan lainnya.

"Peralatan dan Metode Pemadaman dilakukan secara manual, menggunakan sprayer (alat semprot rumput)," jelas sumber.

Ia menambahkan bahwa kendala dalam proses pemadaman terputusnya pipa paralon saluran air bersih, akibat terbakar sehingga menghambat proses pemadaman.

Oleh karena itu tim yang terlibat dalam  pemadaman mengalihkan upaya pemadaman dengan memanfaatkan sumber-sumber air alami yang ada di sekitar lokasi.

Baca juga: Kronologi 7 WNA Filipina Diserahkan ke Imigrasi Tahuna Sangihe, Hendak ke Bitung Naik Pakura

(TribunManado.co.id/Crz)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.