Liputan6.com, Jakarta - BRI Super League 2026/2027 menghadirkan dinamika baru di kursi pelatih: delapan klub menunjuk juru taktik debutan, sementara hanya satu klub mengandalkan pelatih lokal. Dari gelombang baru itu, tiga nama memiliki rekam jejak paling meyakinkan dan layak disorot. Informasi ini dihimpun dari Bola.com.
Ketiganya datang dengan modal trofi di berbagai negara dan level kompetisi, mulai dari liga domestik hingga turnamen antarklub kawasan. CV yang sarat gelar menjadi bekal awal untuk menghadapi ketatnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Satu di antara mereka bukan figur asing bagi publik nasional meski berstatus debutan di level klub Indonesia. Dua lainnya membawa reputasi juara dari Asia Selatan hingga Asia Barat sebelum menerima tantangan baru di Tanah Air.

Dewa United mengambil langkah besar dengan merekrut pelatih asal Brasil, Osmar Loss. Juru taktik berusia 51 tahun itu memegang kemudi skuad Banten Warriors dengan portofolio yang solid dari pengalaman di Asia dan Timur Tengah.
Loss mencatat periode impresif saat menangani Buriram United. Meski hanya bertugas satu musim, dari Juni 2024 hingga Oktober 2025, ia mempersembahkan empat gelar sekaligus pada edisi 2024/2025: Thai League 1, Thai FA Cup, Thai League Cup, dan ASEAN Club Championship.
Semusim sebelumnya, ia mengantarkan Persepolis meraih gelar Persian Gulf Pro League 2023/2024. Jejak tersebut menempatkan Loss sebagai salah satu arsitek dengan modal juara lintas negara yang kini siap diuji di Dewa United.

Nama Shin Tae-yong menjadi sorotan karena mulai menukangi Persija Jakarta pada BRI Super League 2026/2027. Kehadirannya menambah bobot persaingan, mengingat rekam jejaknya yang identik dengan transformasi tim.
Shin sebelumnya memimpin Timnas Indonesia sejak Januari 2020 hingga Januari 2025. Periode tersebut dikenang publik melalui sederet perubahan penting dalam performa skuad Garuda di level regional maupun kelompok umur.
Di level klub, Shin mempersembahkan gelar AFC Champions League 2010 dan Korean FA Cup 2011 bersama Seongnam Ilhwa Chunma. Di kancah tim nasional, ia membawa Korea Selatan U-23 menjadi runner-up Piala Asia U-23 2016, serta mengantar Korea Selatan juara Piala EAFF 2017. Saat mengasuh Indonesia, ia meraih runner-up Piala AFF 2020, runner-up Piala AFF U-23 2023, dan medali perunggu SEA Games 2021.

Bhayangkara FC menunjuk Oscar Bruzon sebagai nahkoda baru. Pelatih asal Spanyol berusia 49 tahun ini kenyang pengalaman di Asia, dengan karier yang banyak dihabiskan di Maladewa, Bangladesh, dan India, sebelum mengambil tantangan di Indonesia.
Bruzon mengukir sejumlah gelar bersama New Radiant di Maladewa: Dhivehi Premier League 2017, Maldives FA Cup 2017, President’s Cup 2017, serta Maldivian FA Charity Shield 2018. Rangkaian titel itu menjadi pijakan awal yang memperkenalkan kiprahnya di Asia Selatan.
Di Bangladesh, ia menjuarai Bangladesh Premier League empat kali bersama Bashundhara Kings pada 2018/2019, 2021, 2021/2022, dan 2022/2023. Ia juga mengangkat Federation Cup 2019/2020 dan 2020/2021, serta Independence Cup 2018. Terakhir, Bruzon meraih gelar juara Indian Super League 2025/2027 bersama East Bengal FC.