Muktamar ke-35 NU di Jombang Bergejolak, Sidang Diwarnai Perdebatan Panas hingga Unjuk Rasa
Fadri Kidjab August 30, 2026 03:58 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, bergejolak. 

Agenda sakral yang dijadwalkan untuk memilih nahkoda baru PBNU masa bakti 2026–2031 tersebut diwarnai oleh serangkaian ketegangan krusial yang menguji soliditas forum permusyawaratan tertinggi warga Nahdliyin.

Isu sensitif terkait persyaratan dan batasan pencalonan tersebut memicu silang pendapat yang luar biasa tajam di antara para utusan wilayah maupun cabang.

Akibat eskalasi tensi yang melonjak drastis dan tak terkendali, pimpinan sidang terpaksa mengambil langkah darurat dengan menskors jalannya persidangan pleno. 

Keputusan penghentian sementara ini diambil demi meredam emosi peserta, namun ironisnya justru memicu gelombang kekacauan susulan di luar area utama persidangan.

Gelombang instabilitas tidak hanya terkonsentrasi di dalam Gedung Serbaguna, melainkan turut meluber hingga ke zona eksternal lokasi acara. 

Ketegangan fisik maupun verbal tampak nyata menghiasi halaman dan akses jalan luar pesantren, memperlihatkan betapa tingginya taruhan politik dalam suksesi kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

Situasi bertambah runyam ketika ribuan massa simpatisan berbondong-bondong merangsek maju menggelar aksi unjuk rasa di jalur utama menuju titik krusial pemilihan Ketua Umum PBNU. 

Gerakan protes masif tersebut meledak spontan menyusul kabar tidak lolosnya KH Abdussalam Shohib (Gus Yusuf) dalam tahap verifikasi pencalonan ketua umum.

Kronologi Lengkap

Tak jauh dari arena Muktamar ke-35 NU
SUASANA MUKTAMAR NU - Tak jauh dari arena Muktamar ke-35 NU, terjadi keributan pada Minggu (30/8/2026) siang sekira pukul 12.15 WIB. Sejumlah massa memprotes jalannya sidang pleno IV Muktamar yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Sumber: Tribun Jatim Network/Yusron Naufal Putra)

Perdebatan mengenai masa iddah politik menjadi salah satu isu yang mencuat dalam sidang Muktamar ke-35 NU, yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Sejumlah peserta melayangkan interupsi terkait aturan tersebut.

Perdebatan kemudian membuat suasana sidang menjadi panas.

Polemik itu muncul di tengah pembahasan mengenai proses pencalonan Ketua Umum PBNU.

Memanasnya perdebatan membuat sidang Muktamar ke-35 NU sempat dihentikan sementara.

Interupsi peserta muncul saat pembahasan masa iddah calon Ketua Umum PBNU berlangsung. Situasi tersebut membuat forum tidak dapat langsung melanjutkan pembahasan.

Sidang kemudian kembali dilanjutkan setelah situasi di dalam forum dapat dikendalikan.

Keributan pecah di luar area sidang

Ketegangan tidak hanya terjadi di ruang sidang.

Suasana di luar area Muktamar juga sempat memanas.

Sejumlah massa terlibat keributan hingga terjadi aksi saling dorong. Situasi tersebut berlangsung ketika proses Muktamar tengah memasuki tahapan penting.

Panitia kemudian berupaya mengatur massa dan kondisi di sekitar lokasi.

Di tengah situasi yang memanas, panitia juga sempat meminta kendaraan yang berada di sekitar area forum untuk mundur.

Pengaturan tersebut dilakukan agar akses di sekitar lokasi tetap dapat digunakan dan kondisi tidak semakin padat.

Situasi di luar area sidang saat itu menjadi perhatian karena berbarengan dengan munculnya ketegangan antarmassa.

Massa menggelar demo di akses pemilihan Ketum PBNU
Massa kemudian menggelar demonstrasi di akses menuju lokasi pemilihan Ketua Umum PBNU.

Aksi tersebut disebut sebagai buntut tidak lolosnya Gus Yusuf dalam proses pencalonan.

Massa menyampaikan protes ketika tahapan pemilihan tengah berlangsung.

Demo tersebut menambah dinamika Muktamar yang sebelumnya sudah diwarnai perdebatan di dalam sidang dan keributan di luar forum.

Petugas gabungan dikerahkan

Ratusan petugas gabungan dikerahkan, dengan barisan Banser paling depan untuk menghalau massa masuk ke arena muktamar.

Orator menyinggung soal ketidakpuasan kinerja panitia muktamar, buntut tidak lolosnya Gus Yusuf.

Suasana di gerbang Gedung Serbaguna, juga tampak sejumlah personel Banser dan Pagar Nusa mencegah massa aksi yang mau masuk ke area sidang pleno Muktamar Ke-35 NU.

Di depan ruang sidang, tampak sejumlah personel banser berbaris menutup pintu masuk ruang sidang.

Sekadar diketahui, jarak antara lokasi sdiang pleno dengan gerbang GSG berjarak sekitar 30 meter.

Belum diketahui dari mana asal massa tersebut.

Namun, pengamatan reporter, massa melakukan aksi sejak terjadi hujan interupsi saat sidang pleno sebelum diskor untuk isoma.

Sidang pleno rencananya dimulai kembali pada pukul 13.00 WIB.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.