Nelayan Asal Indramayu Hilang Usai Tenggelam di Perairan Jepara
rival al manaf August 31, 2026 07:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Seorang nelayan diketahui bernama Sakim (65) asal Indramayu dilaporkan hilang usai tenggelam di perairan Jepara.

Insiden tenggelamnya sang nelayan diketahui Sabtu (29/8/2026) pukul 23.00 WIB di perairan Mahbang, Kecamatan Kembang.

Hingga saat ini, Senin (31/8/2026), pencarian belum membuahkan hasil. Sang nelayanan belum juga ditemukan sejak dilaporkan tenggelam.

"Hari ini pencarian menuju titik hilang sekitar 16 Mil Barat Laut dari bibir Pantai Bondo. Diterjunkan 9 relawan dari BPBD dan rescue Jepara," terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto saat dikonfirmasi.

Baca juga: 6 Bulan Tanpa Kepastian, Kuasa Hukum Korban Kecelakaan di Japah Blora Kritik Kinerja Penyidik

Baca juga: 19 Pedagang UMKM Ketiban Rezeki, Zulhas Ultah Borong Dagangan untuk Traktir Warga

Arwin menjelaskan, korban pada awalnya mencari ikan bersama rekannya Reza Pradana (30) asal Subang.

Keduanya berangkat menggunakan perahu pukul 15.00 WIB dari pantai Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo menggunakan perahu kecil berkapasitas 4 ton.

Perahu bergerak menuju perairan Mahbang untuk mencari tangkapan cumi dengan alat tangkap pancing.

Sesampainya di perairan Mahbang sekitar pukul 23.00 WIB, teman korban terpental ke laut akibat gelombang besar ketika hendak menyiapkan tali jangkar.

Melihat hal itu, korban dengan spontan hendak menolong saksi dengan meloncat ke laut membawa tali.

Kedua nelayan tersebut sempat berusaha kembali ke perahu dengan berpegangan pada tali.

Namun, sesaat setelah Reza Pradana bisa menggapai badan perahu, korban yang sebelumnya berada di belakang Reza mendadak hilang.

"Teman korban sudah berusaha mencari keberadaan korban. Namun tidak ditemukan," ujar dia.

Arwin menyebut, jarak perjalan antara perairan Mahbang dengan perairan Bandungharjo sekiranya menempuh waktu 2 jam.

Saat kejadian, cuaca di perairan Jepara sedang buruk disertai gelombang tinggi dan angin kencang.

"Nah korban dan temannya merantau di rumah saudara di Jepara sudah 1 bulan untuk mencari ikan," tuturnya.

Hingga saat ini proses pencarian korban masih berlangsung dengan menerjunkan sejumlah personel. (Sam)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.