Bahlil Beberkan Alasan Pemerintah Koreksi Target Lifting Minyak di 2027
Sanusi August 31, 2026 09:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan alasan pemerintah mengoreksi target lifting minyak untuk tahun 2027 menjadi 612.500 barel per-hari atau Barrel of Oil Per Day (bopd).

Mulanya Bahlil menyampaikan terkait dengan kondisi sumber minyak yang ada di Indonesia dan pengaruhnya terhadap lifting minyak di tahun 2026.

Kata dia, terdapat pengaruh dari turunnya kapasitas sumber minyak yang ada di Indonesia termasuk dari Exxonmobil di Cepu, Jawa Tengah.

Baca juga: Bahlil Koreksi Target Lifting Minyak Jadi 612.500 Barel per Hari di Raker dengan DPR

"Menuju ketahanan energi kita memang kita harus lakukan lifting. Di 2026, itu dalam APBN itu 610.000 barel per day. Tapi teman-teman media kan tahu bahwa terjadi penurunan di Exxonmobil di Cepu yang tadinya bisa 185.000 barel per day, dia turun menjadi 140.000 barel," kata Bahlil saat ditemui awak media usai rapat kerja dengan Komisi XII, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Tak hanya itu, terjadi juga permasalahan listrik yang terjadi di blok Sumatera yang mengakibatkan target lifting minyak Indonesia di 2026 yakni 610.000 bpod belum tercapai.

Sebab, permasalahan terkait kelistrikan itu membuat pasokan minyak di Indonesia berkurang menjadi 5 juta barel.

"Kemudian kita punya blok yang ada di Sumatera, itu terjadi trouble listrik sehingga kita kehilangan kurang lebih sekitar 4-5 juta barel. Nah itu kemudian membuat target terhadap lifting di 2026 itu masih belum tercapai di 610.000 barel," ucap dia.

Akan tetapi untuk di 2027 mendatang, pemerintah telah menetapkan target baru yakni sebesar 612.500 bpod.

Hal itu kata dia, dipengaruhi dengan adanya penambahan beberapa sumur seperti di Madura hingga melibatkan sumur yang menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) atau teknologi lanjutan untuk mengangkat sisa minyak bumi di dalam batuan reservoir yang tidak bisa keluar melalui cara biasa.

Baca juga: Prabowo Targetkan Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari, Pengamat Nilai Strategi ESDM Jadi Penentu

"Kita memang sekarang kan di 2027 itu ada terjadi beberapa penambahan sumur seperti Petronas yang ada di wilayah Medura. Terus ada beberapa penambahan sumur kita yang memakai teknologi EOR. Terus ada juga beberapa penambahan potensi sumur kita yang ada di Sumatera," ucap dia.

Ketua Umum DPP Partai Golkar itu lantas berharap, seluruh problem atau permasalahan yang timbul pada sektor kelistrikan atau perpipaan yang terjadi di tahun ini, bisa diminimalisir pada tahun mendatang.

Sehingga kata dia, seluruh hambatan yang terjadi pada target lifting di 2026 ini bisa terselesaikan untuk tahun 2027.

"Nah di 2027 kita memang ancang-ancang kita dalam nota pengantar APBN awal asumsi itu kan 605.000 sampai 620.000 barel per day. Nah tadi kita sepakati menjadi 612.500 barel per day," tukas Bahlil.

"Jadi saya pikir insyaallah doakan aja mudah-mudahan gak ada trouble di sektor listrik atau di pipa. Pipa itu kan juga bisa membuat problem ketika liftingnya naik tapi penyalurannya gak bisa kita lakukan. Kemarin kan terjadi hambatan di situ," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kalau target lifting minyak pada 2027 dikoreksi menjadi 612.500 barel per hari atau Barrel of Oil Per Day (bopd).

Hal tersebut ditegaskan Bahlil saat rapat kerja (raker) dengan Komisi XII DPR RI, Senin (31/8/2026).

Diketahui, angka target itu lebih tinggi dari target 2026 dan yang sebelumnya tercantum dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2027, yakni 610.000 bpod.

"Untuk lifting minyak bumi, saya beberapa hari lalu komunikasi dengan beberapa kementerian dan pimpinan lain itu sekitar 612.500 bopd, supaya kerja kepala SKK Migas kelihatan," kata Bahlil di Ruang Rapat Komisi XII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Menteri Bahlil Lantik Mawardi Nur jadi Kepala BPMA, Targetkan Peningkatan Lifting Migas

Tak hanya untuk lifting minyak, Bahlil juga mengoreksi untuk target lifting gas pada 2027 yang mencapai sekitar 954.000 barel setara minyak per hari (boepd). 

Angka itu lebih rendah dibanding target 2026, yakni 984.000 bopd. 

Dengan begitu kata Bahlil, secara total target lifting minyak dan gas bumi (migas) pada 2027 mencapai 1,56 juta bopd. 

Angka itu juga lebih rendah dibanding 2026 yang sebesar 1,59 juta bopd. 

"Kami sampaikan sesuai dengan nota keuangan dan memperhatikan dari saya sampai dengan Juli tahun 2026. Lifting minyak gas dan bumi pada RPPN tahun 2027 diusulkan sebesar 1,564 juta barel setara minyak per hari," tandas Bahlil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak mencapai 610 ribu barel per hari (bph) pada 2027 sebagai tantangan di tengah penurunan alamiah produksi lapangan minyak nasional. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato pada Rapat Paripurna DPR RI terkait RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi RI pada 2027 dapat mencapai 6 persen. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Pada sektor energi, Prabowo menargetkan lifting minyak pada 2027 dapat mencapai 610 ribu barel per hari (bph), sementara lifting gas dipatok sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

"Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6 persen lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen, inflasi akan kita jaga pada kisaran 2,5 persen, suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9 persen, nilai tukar rupiah kisaran Rp 17.500 per 1 dolar," kata Prabowo.

"Lifting minyak kita targetkan 610.000 barel per hari dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari," tukasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.