TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menyelenggarakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS (Pemilos) di jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sederajat dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat secara serentak pada tahun 2026.
Ketua KPU Kabupaten Bantul, Joko Santoso, menyampaikan, pelaksanaan Pemilos di Kabupaten Bantul pada tahun 2026 ini mencapai 176 sekolah dengan rincian 70 SMP, 23 MTs, 31 SMA, 35 SMK, dan 17 MA. Secara umum, pelaksanaan Pemilos ini dilaksanakan secara manual atau belum menggunakan e-voting.
"Mengapa ini dilaksanakan secara manual, karena memang pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Indonesia masih juga dilaksanakan secara manual," ucapnya, saat pembukaan Pemilos dilaksanakan di MAN 1 Bantul, Rabu (2/9/2026).
Kendati begitu, untuk dua sekolah di Bumi Projotamansari yakni SMK Muhammadiyah 1 Bantul dan SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro sudah mengembangkan aplikasi e-voting. Melihat potensi tersebut, KPU Bantul berencana menerapkan hal yang sama dengan melakukan koordinasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bantul.
"Sebenarnya, kita pernah melaksanakan Pemilos secara e-voting pada tahun 2020. Saat itu, bangsa kita sedang dalam musibah Covid-19. Namun, dalam mengembangkan aplikasi kita dibantu oleh Diskominfo Bantul. Untuk rekapitulasi, kita menggunakan teknologi EVOSS atau Electronic Voting System for Students," tutur Joko.
Selain peluncuran penyelenggaraan Pemilos secara serentak, pihaknya turut memberikan pendidikan Pemilu dan demokrasi yang berjalan linier dengan pelaksananaan atau penyelenggaran Pemilu di Indonesia.
Melalui Pemilos serentak ini, para siswa diharapkan tidak hanya belajar mengenai mekanisme pemungutan suara, tetapi juga memahami esensi kejujuran, transparansi, dan toleransi dalam berdemokrasi.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Masyarakat KPU DIY, Sri Surani, memberikan apresiasi pelaksanaan Pemilos secara serentak pada tahun 2026. Menurutnya, Bantul menjadi satu-satunya kabupaten di DIY yang mampu melaksanakan Pemilos secara serentak.
"Ini merupakan kerja yang berat. Kerja semua stakeholder terkait bagaimana memastikan adanya pendidikan pemilih sejak dini di anak-anak kita. Karena bagaimana pun, ini adalah satu proses memahamkan anak-anak kita terkait proses demokrasi di Indonesia agar tidak ada keterputusan informasi dan sejarah," jelas dia.
Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyampaikan, terima kasih dan apresiasi kepada KPU Bantul yang telah merancang kegiatan penting dan stratrgis dalam rangka melaksanakan pendidikan demokrasi kepada para murid melalui Pemilos.
"Pemilos tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi para siswa. Tetapi juga sebagai peluang untuk memahami praktik Pemilu di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, demokrasi adalah salah satu pilar di negara kita. Di mana kedaulatan tertinggi di negara ada di tangan rakyat," ujar Nugroho.
Pelaksanaan Pemilu menjadi sarana bagi warga negara Indonesia untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan nasib bangsa.
Pemilos sendiri menjadi miniatur dari pelaksanaan Pemilu di negeri ini, sehingga menjadi sarana edukasi murid tentang Pemilu demokratis dan dibarengi dengan proses adil, jujur, professional, langsung, dan terbuka.
"Karena itu, saya berharap para murid dapat benar-benar belajar proses tahapan Pemilu melalui Pemilos ini dengan merefleksikan pada Pemilos yakni dari, oleh, dan untuk murid," tandas Nugroho.(nei)