TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kebakaran lahan mendominasi kasus kebakaran di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Data Dinas Damkar dan Penyelamatan Manado, pada bulan Agustus 2026 terjadi 182 kasus kebakaran lahan.
Sedangkan pada Juli 2026 ada 65 kasus.
Total ada 282 kasus kebakaran lahan sepanjang 1 Januari-3 September 2026 dari total 358 kasus kebakaran.
Kecamatan Mapanget menjadi wilayah terbanyak kasus kebakaran lahan di Manado.
Pada Agustus 2026 terdapat 64 kasus, sedang Juli 2026 ada 16 kasus dari 61 kejadian.
Kadis Damkar dan Penyelamatan kota Manado Charles Rotinsulu menuturkan, kebakaran lahan di wilayah Mapanget disebabkan di daerah tersebut terdapat banyak lahan.
"Di sana ada banyak lahan kosong," kata dia kepada Tribunmanado.com di Kantor Dinas Damkar, Kompleks Kantor Wali Kota Manado, Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala, Manado, Kamis (3/9/2026).
Salah satu kasus kebakaran lahan di Mapanget yang terekam Tribunmanado.com terjadi di lahan di belakang SMK Negeri 10 Manado di Lingkungan V Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Rabu (26/8/2026) pagi.
Panik melanda seisi SMK Negeri 10 Manado.
Pasalnya lahan di belakang sekolah itu terbakar hebat.
Kondisi lahan yang padat ilalang membuat api terus membesar dan kian mendekat ke sekolah.
Keadaan yang kian gawat itumembuat proses belajar langsung dibubarkan.
Para siswa perempuan dipulangkan, sedangkan siswa laki-laki diminta tinggal untuk membantu evakuasi peralatan praktik.
Namun sejumlah siswa perempuan urung balik kanan.
Mereka turut mengevakuasi peralatan praktik dari ruang kelas yang berdekatan dengan titik api bersama para siswa pria dan guru.
Springbed diangkut, begitu pula meja dan peralatan dapur lainnya.
Ada yang diangkat sendiri, ada yang perlu diangkat berdua.
Ada pula yang harus diangkat beramai-ramai.
Baca juga: Kota Bogor Jabar Kembali Diguncang Gempa Bumi Kamis 3 September 2026, Gempanya Terjadi Siang Ini
Baca juga: Jawa Barat Baru Saja Diguncang Gempa Bumi Kamis 3 September 2026, Pusat Gempa di Bogor
Barang-barang itu dibawa ke sebuah ruangan yang jauh dari titik api.
Segera ruangan itu berubah jadi lokasi pengungsian.
Barang-barang praktikum berserakan di lantai.
Beberapa siswa dan guru gabung bersama tim Damkar Manado, TNI, dan Polri untuk memadamkan api.
Kepala SMK Negeri 10 Manado Sem Kadimateng menuturkan, kebakaran terjadi saat siswa tengah belajar.
"Langkah awal adalah kami langsung melapor ke Damkar, setelah itu kegiatan belajar mengajar dibubarkan," katanya.
Danton C Damkar dan Penyelamatan Dinas Damkar Manado Audi Frangky menuturkan, pihaknya langsung menuju ke TKP begitu masuk laporan.
Sebanyak dua armada damkar beserta lima petugas langsung dikerahkan.
"Ada pula mobil pemadam dari Kodim dan Brimob," katanya.
Pemadaman berlangsung selama 1,5 jam.
Kendala yang dialami pihaknya adalah angin yang kencang.(*)