Kronologi Dokter di Dairi Dirampok, Mulut hingga Tangan Diikat Lakban, Uang dan Emas Raib
Angel aginta sembiring September 04, 2026 06:55 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah kronologi dokter umum di Dairi, Sumut bernama Nico Tjowandi (61) menjadi korban perampokan dan kekerasan.

Dokter umum bernama Nico Tjowandi dirampok di rumahnya pada Rabu (2/9/2026).

Mulut hingga tangan dan kaki dokter Nico Tjowandi juga diikat lakban.

Pelaku kemudian mengambil uang tunai dari dalam laci.

Uang tersebut berupa pecahan Rp 20.000 dengan total sekitar Rp 2 juta.

Selain uang, pelaku membawa kabur cincin emas pernikahan milik Nico seberat 4 gram dan sebuah ponsel Nokia versi lama.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.15 WIB, setelah Nico selesai membuka praktik.

"Saat itu saya sudah menutup pintu namun belum terkunci.

Saat itu pelaku langsung masuk dan mengancam saya menggunakan pisau," ujar Nico di sela-sela wawancara awal bersama petugas kepolisian.

Baca juga: Wakil Presiden Gibran Pastikan Huntap Warga Garoga Dibangun September 2029

Setelah menodong korban, pelaku mengikat tangan dan kaki Nico menggunakan lakban.

Mulut korban juga ditutup dengan lakban.

Nico mengaku merasa tidak asing dengan ciri-ciri pelaku.

Ia menyebut mengenali suara dan postur tubuh pelaku yang tinggi dan kurus.

"Saya tidak asing dengan perawakan suara serta bentuk tubuhnya yang tinggi dan kurus. Seperti mantan pasien saya," kata Nico.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

"Lagi pengembangan penyelidikan," kata Syahril.

Kasus lain sebelumnya viral sosok dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) di Bengkulu diduga lecehkan seorang wanita via direct message (DM) Instagram.

Sosok dokter obgyn di Bengkulu itu berulang kali mengirim pesan tidak pantas kepada korban.

Foto tangkapan layar yang menunjukkan pesan pelecehan kepada korban itupun kini viral di media sosial.

Terkini, sosok dan nasib dokter obgyn itu jadi sorotan.

Awalnya, dokter tersebut mengirim pesan berupa emotikon hati kepada korban pada 19 Desember 2025. 

Namun, berdasarkan tangkapan layar yang beredar, korban tidak membalas pesan tersebut.

Dua bulan kemudian, tepatnya pada 12 Februari 2026, dokter obgyn itu kembali mengirim pesan melalui DM. Pesan tersebut berisi kata-kata yang tidak pantas kepada korban.

Dalam pesan itu, dokter tersebut juga meminta kontak korban dan memanggilnya dengan sebutan "beb". 

Namun, korban kembali tidak membalas pesan tersebut.

Belum lama ini, terduga pelaku kembali mengirimkan pesan serupa kepada korban.

Baca juga: Dukung Program Magang ke Jepang, Pemkab Toba Bantu Penyediaan Biaya Cek Kesehatan Peserta

Dalam tangkapan layar yang viral, pihak klinik membenarkan, dokter yang dimaksud memang bertugas di klinik tersebut.

Tribunnews.com Redaksi Solo telah mendapat izin untuk mengutip unggahan tersebut, berikut isi percakapan antara korban dan pihak klinik:

Korban: sorry kak, ini salah satu dr poli obgyn di kliniknya ya? aduh meresahkan sekali takut bgt pasien di pegang pegang. takut banget kak perawatnya jg di lecehin sama dia.

Klinik: Mohon maaf sebelumnya kak atas ketidaknyamanannya, memang betul beliau dokter di (sini).

Kebetulan beliau baru bergabung di bulan Juli ini ya kak. Melihat dari riwayat, sudah dari desember lalu ngechat kakak ya.
Izin kami konfirmasi ke dokter ya kak, akun dia di hack atau nggaknya

Korban: gak di hack kak

Klinik: Sekali lagi maaf ya kak.

Saat dikonfirmasi, korban dengan akun Instagram @leo******* membenarkan kejadian tersebut dan turut mengirimkan bukti tangkapan layar chat dokter tersebut.

Korban yang berdomisili di Jawa Barat itu mengaku tidak mengenal dokter itu.

"Tidak (kenal dengan dokter tersebut)," katanya saat dihubungi redaksi Tribunnews.com dari Kantor Tribun Solo di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2026) malam.

Korban juga mengirimkan tangkapan layar percakapan dengan pihak klinik.

Dalam percakapan tersebut, korban mengirimkan bukti berupa tangkapan layar chat dokter tersebut kepada pihak klinik.

Pihak klinik mengatakan, akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Tak hanya menghubungi pihak klinik, korban juga sempat menghubungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tempat dokter tersebut bertugas.

Pihak RSUD mengatakan, akan berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit.

"Sekali lagi kami minta maaf kak ya. Saya akan koordinasi dlu ke management RSUD dlu," kata pihak RSUD kepada korban melalui pesan singkat WhatsApp.

(*/tribun-medan.com//Kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.