Amarah ratusan penumpang rute Pontianak-Jakarta di Bandara Internasional Supadio akhirnya meledak. Mereka terlantar lebih dari 24 jam tanpa kepastian penerbangan.
Rasa lelah yang menumpuk sejak Kamis (3/9/2026) meluap menjadi aksi protes massal. Penerbangan Batik Air ID-6227 rute Pontianak (PNK)-Jakarta (CGK) sedianya berangkat kemarin pukul 18.10 WIB dan tiba di Jakarta pukul 19.40 WIB. Namun hingga Jumat siang, sebagian penumpang masih bertahan di bandara.
Tak hanya sekali, para penumpang bahkan menggelar aksi protes dua kali. Aksi pertama dilakukan Kamis malam dan kembali digelar Jumat siang.
Salah seorang penumpang asal Batam, Andy, mengaku kecewa dengan pelayanan yang diterimanya. Dia menyebut penumpang sejak Kamis terus menunggu tanpa kepastian.
Andy mengatakan, penumpang sebelumnya sempat ditawari reschedule. Namun sebagian penumpang memilih menunggu karena berharap tetap diberangkatkan pada hari yang sama.
"Kami sudah dua kali demo. Kemarin malam juga kami demo. Hari ini barusan kami demo lagi. Katanya sih sekarang pesawat lagi terbang ke sini. Mudah-mudahan saja, semoga benar," kata dia.
Ketidakjelasan jadwal penerbangan membuat sejumlah penumpang terpaksa bermalam di Bandara Supadio. Andy menyebut ada penumpang yang tidur di kursi ruang tunggu karena tak kunjung mendapat kepastian.
"Dari kemarin loh ini. Kami malam tadi sebagian ada yang tidur di bawah kursi. Ada sebagian di ruang tunggu, ada juga yang nunggu di bawah," kata dia.
Menurut Andy, kondisi tersebut semakin membuat penumpang kecewa karena selama menunggu tidak mendapat kompensasi berupa makanan maupun minuman.
"Minimal kita dapat kompensasi berupa minum atau makanan. Ini sampai sekarang tidak ada sama sekali," ujarnya.
Andy mengatakan petugas menyampaikan keterlambatan terjadi akibat kondisi cuaca dan kabut asap. Karena alasan tersebut, kata dia, penumpang disebut tidak mendapatkan kompensasi. Namun Andy menilai kondisi itu tetap merugikan penumpang. Dia bahkan mengaku pekerjaannya ikut terdampak akibat ketidakpastian penerbangan.
"Kerjaan saya tentunya sangat terdampak. Bos sudah ngejar terus," ujar dia.
Andy mengaku sempat terlibat cekcok dengan petugas saat aksi protes Kamis malam. Dia mengatakan penumpang hanya meminta kepastian mengenai nasib penerbangan mereka.
"Saya enggak mau tahu, pokoknya hari ini jangan ditunda lagi! Jangan hanya alasan terus! Mau sampai kapan kita di sini terus?" dia menegaskan.
Jika penerbangan kembali tidak mendapat kepastian, Andy meminta maskapai memberikan pilihan yang jelas kepada penumpang, termasuk refund atau reschedule. Andy menilai situasi tidak akan memanas apabila sejak awal penumpang mendapatkan pelayanan dan kompensasi yang layak selama menunggu.
"Kalau hari ini masih seperti ini juga, saya minta refund atau reschedule penerbangan semua. Apalagi tidak ada kompensasi sama sekali. Padahal kalau ada kompensasinya, ya saya tidak semarah ini," kata dia.
Berdasarkan pantauan di Bandara Supadio hingga pukul 13.54 WIB, sebagian penumpang masih terlihat menunggu di area bandara. Hampir seluruh kursi ruang tunggu terisi.
Sejumlah penumpang tampak tertidur sembari menunggu kepastian keberangkatan. Raut kecewa juga terlihat dari penumpang yang masih bertahan di ruang tunggu. Mereka berharap pihak maskapai segera memberikan kepastian apakah penerbangan akan diberangkatkan, dijadwalkan ulang, atau tiket dikembalikan.





