Jakarta (ANTARA) - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta mendorong pemanfaatan koridor sungai di Jakarta sebagai ruang publik bagi warga saat berkumpul dan beraktivitas.

Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto, dalam acara Festival Arsitektur Bantar Sungai 2026 di Banjir Kanal Timur (BKT) Malaka Sari, Jakarta Timur, Jumat, mengatakan fungsi sungai di Jakarta lebih dari ekologis kota dan ruang terbuka.

"Sungai di Jakarta itu sebetulnya fungsinya tidak hanya masalah ekologis kota dan ruang terbuka, tetapi koridor sungainya itu kita bisa jadikan ruang aktivasi publik. Seperti ruang masyarakat berkumpul, taman kota, dan sebagainya," kata Teguh.

Teguh menilai potensi tersebut cukup besar melihat karakter sungai yang memanjang dan tersebar di berbagai wilayah Jakarta.

"Kita tahu Jakarta dialiri oleh 13 sungai. Sering kali masyarakat masih kurang mengoptimalkan atau bahkan kurang menghargai sungai-sungai di Jakarta," ujar Teguh.

Dengan penataan yang tepat, kata Teguh, koridor sungai dapat menjadi rangkaian ruang publik yang saling terhubung.

Teguh menyebut pihaknya terus mengajak pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk kembali melihat pentingnya keberadaan sungai di perkotaan melalui Festival Arsitektur Bantar Sungai pada 3-6 September 2026.

"Kita ingin membuka mata kembali akan arti penting sungai tersebut. Mari kita sama-sama mengaktivasi kembali semua koridor sungai menjadi arena-arena publik," jelas Teguh.

Dalam festival tersebut, IAI Jakarta juga memamerkan sejumlah gagasan desain penataan bantaran sungai yang dihasilkan melalui sayembara arsitektur.

Sebanyak 10 karya finalis dipilih untuk dipamerkan sebagai contoh gagasan penataan yang dapat diterapkan pada koridor sungai, termasuk kawasan Banjir Kanal Timur (BKT).

Desain tersebut antara lain menampilkan gagasan berupa tempat duduk bagi warga, area bermain, taman, ruang lanskap, hingga fasilitas olahraga luar ruang atau outdoor gym.

Gagasan tersebut nantinya dapat menjadi masukan bagi pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sungai, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur Fauzi mengapresiasi inisiasi kegiatan festival di BKT ini.

Menurut Fauzi, pemilihan BKT sebagai lokasi kegiatan memiliki pesan penting bahwa kawasan tersebut tidak semata-mata berfungsi sebagai saluran air atau batas wilayah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan masyarakat.

"Saya memberikan apresiasi atas inisiasi kegiatan festival ini dan mengambil tempat di BKT," kata Fauzi.