Kisah Sebastian Kennard Tamuntuan Bawa Nama Sulut di Lintasan Balap hingga Podium Mandalika
Rizali Posumah September 04, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebastian Kennard Tamuntuan dulunya hanyalah seorang anak kelas V sekolah dasar yang tertarik melihat dunia otomotif.

Kini, di usianya yang baru 17 tahun, namanya sudah menghiasi sejumlah kompetisi motorsport bergengsi.

Dari lintasan gokart di Sentul, Bogor, Sebastian kemudian merasakan kerasnya persaingan di Singapura dan Sepang, Malaysia.

Pengalamannya bahkan membawanya hingga ke Italia, sebelum akhirnya beralih ke mobil balap dan tampil di Pertamina Mandalika International Circuit.

Terbaru, pembalap muda asal Sulawesi Utara itu kembali naik podium di Mandalika Festival of Speed Round 3, 14-16 Agustus 2026.

Turun bersama Dewa United Motorsport di kelas ITCR 1200 cc kategori Seeded B, Sebastian mengakhiri Race 1 di posisi ketiga.

Ia mencatat waktu 25 menit 38,326 detik dengan fastest lap 2 menit 06,820 detik.
Bagi Sebastian, podium tersebut bukan sekadar hasil sebuah balapan.

Itu merupakan buah dari perjalanan panjang yang dimulainya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Sebastian lahir pada 16 Februari 2009.

Ia merupakan putra Stefanus Tamuntuan dan Jein Mantiri.

Jejak pendidikannya pernah tercatat di SD Don Bosco Bitung sebelum kemudian melanjutkan pendidikan di Jakarta.

Ketertarikannya terhadap otomotif muncul sejak usia belia.

Namun ia tidak langsung mengendarai mobil balap.

Gokart menjadi kendaraan pertama yang membawanya mengenal dunia motorsport.

Tahun 2020 menjadi awal perjalanan kompetitif Sebastian ketika turun di kelas Entry Level.

Setahun kemudian, ia naik ke kelas Mini Rok.

Kemudian pada 2022, tantangan baru menanti.

Sebastian masuk kelas Junior Rok bersama SN Racing.

Di kelas inilah namanya mulai mencuri perhatian.

Pada Round 2 Kejurnas Eshark Rok Cup Indonesia 2022 di Sentul International Karting Circuit, Sebastian berhasil menjadi juara pertama Junior Rok.

Ia mengungguli Calvin Wibowo dan Aditya Wibowo.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Sebastian bukan hanya memiliki ketertarikan terhadap kecepatan.

Ia mulai menunjukkan kemampuan untuk mengendalikan kecepatan sekaligus membaca persaingan di lintasan.

Perjalanan Sebastian berlanjut pada 2023.

Saat usianya baru 14 tahun, ia berhasil meraih posisi runner-up Kejurnas Eshark Rok Cup Indonesia.

Catatan standing kompetisi tersebut menempatkan Sebastian di peringkat kedua dengan 1.662 poin bersama Team HDM.

Jika sebelumnya ia berada di posisi ketiga, kali ini Sebastian mampu memperbaiki pencapaiannya menjadi posisi kedua.

Proses tersebut menjadi gambaran bagaimana karier seorang pembalap dibangun.

Bukan hanya soal menang.

Ada latihan berulang, evaluasi, kegagalan mengambil tikungan, mencari racing line terbaik hingga memahami karakter kendaraan.

Semua dijalani Sebastian sejak usia muda.

Membawa Nama Sulawesi Utara ke Luar Negeri

Lintasan Sebastian kemudian semakin panjang.

Ia mulai mencicipi kompetisi di luar Indonesia.

Pada April 2023, Sebastian mencatat podium kelima dalam kompetisi gokart di Singapura.

Ia juga dipersiapkan mewakili Indonesia dalam Asia Pacific Motorsport Championship 2023 di Sepang International Circuit, Malaysia.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya hingga Italia.

Pengalamannya mencakup kompetisi di Asia Tenggara, Asia Pasifik hingga kejuaraan dunia gokart.

Di tengah perjalanan tersebut, satu identitas tetap melekat pada namanya. Sulawesi Utara.

Meski menjalani pendidikan dan pembinaan olahraga di luar daerah, Sebastian tetap tercatat sebagai pembalap asal Sulawesi Utara.

Ia adalah putra Kawanua yang memilih lintasan balap sebagai salah satu jalan untuk mengukir prestasi.

Tantangan Baru: Gokart Berganti Mobil Balap Tahun 2024

Sebastian mulai bertarung di kelas Senior Rok.

Bersama Team HDM, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan finis di posisi keempat pada salah satu putaran Eshark Rok Cup/Rok Cup Asia 2024.

Namun perjalanan Sebastian tidak berhenti di gokart.

Ia mulai mempersiapkan diri memasuki dunia touring car.

Tahun 2026, Sebastian bergabung dengan Dewa United Motorsport.

Ia mengendarai Honda Brio dalam Kejuaraan Nasional ITCR 1200 cc kategori Seeded B.

Peralihan kendaraan tentu membawa tantangan berbeda.

Dari gokart yang berukuran kecil dan lincah, Sebastian kini harus beradaptasi dengan mobil balap dengan karakter dan tuntutan berbeda.

Dan tantangan itu langsung terasa.

Sempat DNF, Lalu Kembali Naik Podium Pada Mandalika Festival of Speed Round 1-2, Juni 2026, Sebastian mengalami insiden pada Seri 1.

Mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan.

Balapan pun harus berakhir lebih cepat.

Status DNF atau Did Not Finish menjadi hasil yang harus diterimanya.

Tetapi Sebastian tidak berhenti. Tim mekanik melakukan perbaikan.

Ia kembali ke lintasan pada seri berikutnya. Hasilnya berbeda.

Sebastian mampu finis di posisi ketiga.

Dari kegagalan, ia kembali ke podium.

Dua bulan kemudian, ia kembali ke Mandalika.

Kali ini dalam Mandalika Festival of Speed Round 3, 14-16 Agustus 2026.

Sebastian kembali memperlihatkan konsistensinya.

Ia menyelesaikan Race 1 ITCR 1200 kategori Seeded B di posisi ketiga.

Dua podium dalam perjalanan balap mobilnya menjadi catatan penting bagi pembalap yang baru berusia 17 tahun.

Ada hal menarik dari perjalanan Sebastian.

Ia memang menjalani banyak aktivitas pendidikan dan pembinaan olahraga di luar Sulawesi Utara.

Namun akar itu tidak pernah hilang.

Nama Sulawesi Utara tetap dibawa dalam perjalanan kompetisinya.

Dari Sentul hingga Mandalika. Dari Singapura hingga Sepang. Bahkan sampai Italia. (Ren)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.