Tugu Tsunami Ambon Diresmikan, Alat Deteksi EWS Dipasang Pantau Peringatan Bencana Alam
Mesya Marasabessy September 05, 2026 08:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena meresmikan Tugu Peringatan Tsunami Ambon 1950 sekaligus Early Warning System (EWS) banjir di Desa Hative, Kecamatan Sirimau, Sabtu (5/9/2026).

EWS atau sistem peringatan dini adalah serangkaian sistem terintegrasi yang berfungsi untuk mendeteksi tanda-tanda atau gejala awal dari suatu ancaman bahaya, dengan cepat memberikan peringatan sebelum terjadi. 

Alat peringatan dini ini mendeteksi hingga 13 Rukun Tetangga (RT) di sepanjang bentangan sungai yang berpotensi luapan air. 

Status bencana seperti tsunami dan gempa dapat dideteksi seperti aktivitas seismik bawah laut atau gelombang awal gempa untuk evakuasi dalam hitungan detik. 

Dengan deteksi awal dapat memantau dan mengenali sinyal atau gejala bahaya menggunakan sensor, radar, atau pemantauan klinis.

Dalam sambutannya, Bodewin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas peringatan dini yang telah dibangun. 

Menurutnya, fasilitas tersebut sangat penting untuk membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi potensi bencana.

“Tidak perlu masyarakat bikin apa-apa, cukup menjaganya saja. Jangan sampai ada tangan-tangan jahil yang merusak,” tegas Bodewin.

Baca juga: LGJI Amboina Kembali di Gelar, 80 Tim Peserta Ikut, Kalangan Anak Muda Hingga Orang Dewasa 

Baca juga: Nilai Tukar Petani Maluku Berada di Urutan 37 Secara Nasional Agustus 2026 dengan Angka 97,31

Ia menegaskan, keberadaan sistem peringatan dini diharapkan dapat menjadi penolong bagi masyarakat ketika bencana terjadi. 

Jika debit air meningkat dan mencapai kondisi rawan, sistem tersebut diharapkan dapat memberikan peringatan lebih awal sehingga warga bisa segera bersiap dan menyelamatkan diri.

Bodewin juga mengingatkan bahwa bencana tidak selalu dapat dihindari. Namun, kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini dapat membantu meminimalkan korban jiwa.

“Kalau kejadian itu terjadi, kita tidak bisa hindari. Tapi paling tidak kita bisa menyelamatkan jiwa masyarakat dari bencana itu,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus dilakukan demi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kota Ambon menghadapi bencana.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.