BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah menargetkan adanya pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 3,71 hingga 3,84 persen hingga akhir tahun 2026.
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda menyampaikan, akan tetapi pihaknya tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, namun berusaha mewujudkan peningkatan tersebut dapat berdampak langsung ke masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Efrianda, Senin (7/9/2026).
Efrianda menjelaskan, untuk mewujudkan hal itu pemerintah daerah mengarahkan kebijakan ekonomi pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal melalui pengolahan dan perluasan akses pemasaran.
"Dengan arah kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan angka statistik, tetapi memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat," imbuhnya.
Menurutnya, Bangka Tengah memiliki potensi di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan yang masih memiliki ruang pengembangan melalui peningkatan produktivitas dan pengolahan hasil.
“Karena itu, sektor yang menjadi kekuatan daerah perlu didorong tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengolahan dan pemasarannya,” terangnya.
Disis lian ia menerangkan, penurunan kemiskinan serta pemerataan manfaat pembangunan sebagai indikator penting dalam mengevaluasi kinerja perekonomian daerah.
"Karena keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari capaian pertumbuhan makro, tetapi juga peningkatan pendapatan, lapangan kerja, dan perkembangan UMKM," tutupnya. (Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)