TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Tak ada pesawat dari Jakarta yang mendarat di Bandara Djalaluddin Gorontalo pada Senin (7/9/2026).
Kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah penerbangan rute Jakarta-Gorontalo dibatalkan akibat dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dua maskapai yang terdampak yakni Batik Air dan Garuda Indonesia.
Baca juga: Penceramah Kondang KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Tol
Penerbangan sebaliknya, Batik Air ID 6243 dengan rute Gorontalo (GTO)-Jakarta (CGK), juga dinyatakan batal.
Hal serupa terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia.
Penerbangan GA 644 dengan rute Jakarta-Gorontalo dan GA 645 dengan rute Gorontalo-Jakarta sama-sama berstatus batal.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, mengatakan pembatalan tersebut berkaitan dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca juga: Pemkab Gorontalo Dukung Wacana Pengalihan PPPK Paruh Waktu, Kaban BKPSDM Imbau Peserta Bersiap
"Pengaruhnya Batik Air, dan pesawat Rimbun Air membawa barang kargo," ujar Joko saat diwawancarai Tribungorontalo.com melalui WhatsApp pukul 11:55 Wita.
Dampak kondisi tersebut juga dirasakan penerbangan kargo. Pesawat Rimbun Air yang membawa barang turut terdampak.
Bandara Djalaluddin Gorontalo, kata Joko, terus berkoordinasi dengan maskapai yang mengalami dampak pembatalan penerbangan.
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, maskapai memberikan penanganan berupa pengembalian biaya tiket atau refund maupun penjadwalan ulang atau reschedule.
"Kami berkoordinasi dengan pihak batik air dan garuda, sehingga kita lakukan refund dan reschedule," kata Joko.
Menurut Joko, situasi penerbangan masih terus dievaluasi. Pemantauan dilakukan setiap empat jam untuk melihat perkembangan kondisi dan menentukan langkah selanjutnya.
"Setiap empat jam sekali dilakukan evaluasi," ujarnya.
Meski penerbangan dari Jakarta menuju Gorontalo terdampak, sejumlah jalur penerbangan lainnya masih dinyatakan aman.
Joko menyebut rute Gorontalo menuju Makassar dan Manado masih berada dalam kondisi aman berdasarkan hasil evaluasi.
"Tentu Gorontalo-Makassar dan Manado aman," jelasnya.
Gangguan penerbangan tersebut berkaitan dengan penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kementerian Perhubungan sebelumnya mengumumkan perpanjangan penutupan delapan bandara akibat dampak abu vulkanik tersebut.
Penutupan diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB.
Untuk Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, penutupan berlaku berdasarkan NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 hingga pukul 08.59 WIB.
Selain Soekarno-Hatta, bandara yang terdampak meliputi Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan operasional bandara.
"Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG," ujar Dudy di Jakarta, Minggu malam (6/9/2026).
Menurut Dudy, kondisi cuaca yang dinamis membuat penyebaran abu vulkanik harus terus dipantau. Arah angin pada setiap lapisan ketinggian juga dapat berubah dengan cepat.
Kementerian Perhubungan melakukan paper test setiap 30 menit di seluruh bandara terdampak untuk mengetahui perkembangan penyebaran abu vulkanik.
Jika kondisi kembali normal dan bandara dinyatakan dapat beroperasi, pesawat tetap harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik yang masuk maupun menempel pada bagian mesin pesawat.
Di tengah kondisi penerbangan yang masih dievaluasi, Joko meminta calon penumpang tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.
Penumpang diminta memantau informasi melalui kanal resmi maskapai dan sumber informasi terpercaya.
Mereka juga disarankan berkoordinasi langsung dengan pihak Batik Air maupun Garuda Indonesia terkait status penerbangannya.
"Untuk masyarakat agar selalu memonitor, berkoordinasi kanal-kanal resmi Batik Air, Garuda dan sumber informasi terpercaya" imbau Joko.
Hingga Senin siang, Bandara Djalaluddin Gorontalo masih melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi penerbangan.
Penumpang juga diminta memastikan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara karena jadwal dapat berubah mengikuti kondisi keselamatan penerbangan. (*)