TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta produsen, distributor, hingga pedagang tidak menimbun masker di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Yuke mengingatkan, penimbunan masker berpotensi membuat barang tersebut langka di pasaran. Kondisi itu juga dikhawatirkan memicu kenaikan harga dan menyulitkan masyarakat mendapatkan masker.
Ia meminta seluruh pihak tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mengambil keuntungan.
"Jangan memanfaatkan situasi ini. Karena ini adalah situasi musibah untuk kita semua. Secara kemanusiaan, musibah ini jangan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan," kata Yuke, Senin (7/9/2026).
Yuke mengatakan kebutuhan masker saat ini tidak hanya datang dari masyarakat Jakarta.
Daerah lain yang terdampak bencana, termasuk kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, juga membutuhkan masker dalam jumlah besar.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar stok masker tidak sengaja ditahan oleh produsen, distributor, maupun pedagang.
Yuke mengaku pihaknya pernah mengalami kesulitan mendapatkan masker dalam jumlah banyak ketika hendak membantu penanganan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.
"Ini kita berharap mudah-mudahan penjual atau pihak-pihak atau supplier dan sebagainya tidak memanfaatkan hal ini, tidak memainkan harga dan melihat ini sebagai suatu bencana yang memang harus kita tangani bersama," ujarnya.
Untuk mengantisipasi penimbunan, Yuke mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperkuat pengawasan terhadap peredaran masker di lapangan.
Ia meminta pemeriksaan dilakukan secara berkala dan acak, mulai dari pusat produksi, distributor hingga pedagang besar.
Yuke juga mengusulkan agar razia pasar dilakukan sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada pihak yang sengaja menimbun masker sehingga masyarakat kesulitan memperolehnya.
"Mudah-mudahan kita juga mengimbau bisa ada razia pasar, biar kita bisa antisipasi dari awal. Jangan sampai nanti sudah terlanjur akhirnya banyak yang dirugikan," katanya.
Sejumlah sentra perdagangan masker, kata Yuke, dapat menjadi sasaran pemeriksaan secara acak apabila ditemukan adanya indikasi penimbunan.
Ia menyebut Pasar Asemka dan Pasar Pramuka sebagai beberapa lokasi yang dapat diperiksa bersama pusat produksi, distributor, maupun pedagang besar.
"Khususnya di pusat-pusat pabrik, pusat-pusat distributor, atau mungkin pedagang-pedagang besar, Asemka, Pramuka, secara random bisa dicek untuk yang melakukan penimbunan," ujarnya.
Yuke menilai ketersediaan masker perlu dijaga karena barang tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Paparan abu vulkanik, lanjutnya, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi lanjut usia dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.
"Kita juga tidak ingin ada saling menumpuk barang, padahal itu sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Apalagi untuk orang-orang tua dan yang komorbid, itu sangat membahayakan untuk kesehatan," tutur Yuke.