TRIBUNJAKARTA.COM - Penceramah kondang KH Ahmad Fudholi meninggal dunia pada Senin (7/9/2026).
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah sempat menjalani perawatan setelah mengalami kecelakaan di Tol Tangerang-Merak tepatnya KM 63+800 B, wilayah Kabupaten Serang, Banten pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Penceramah asal Kampung Rempak Kulon, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten menghembuskan nafas terakhir di RSUD Tangerang.
Prosesi pemakaman KH Ahmad Fudholi berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (7/9/2026).
Jenazah KH Ahmad Fudholi dimakamkan di area belakang Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.
Prosesi pemakaman tersebut dihadiri ribuan pelayat dari berbagai kalangan.
Bahkan, sebelum dimakamkan, jenazah KH Ahmad Fudholi terlebih dahulu dishalatkan hingga enam kloter.
KH Ahmad Fudholi mengalami kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak, tepatnya di KM 63+800 B, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kecelakaan terjadi saat KH Ahmad Fudholi bersama sopirnya dalam perjalanan menuju Tangerang setelah mengisi ceramah di wilayah Cikaduen, Kabupaten Pandeglang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Serang Ipda Sigit Prayogi membenarkan kecelakaan yang melibatkan kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi tersebut.
"Iya, benar. Korbannya dua orang, sopir dan penumpang. Masuk wilayah Serang Kabupaten," kata Sigit dikutip dari TribunBanten, Senin (7/9/2026).
Sigit mengatakan, korban dalam kecelakaan tersebut adalah KH Ahmad Fudholi dan sopir pribadinya.
Namun, polisi belum dapat meminta keterangan langsung kepada sang sopir karena masih menjalani perawatan medis.
Berdasarkan video yang diterima, kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi merupakan Mitsubishi Pajero berwarna putih dengan nomor polisi A 1199 ZZ.
Bagian depan kendaraan terlihat mengalami kerusakan cukup parah.
Setelah kecelakaan, KH Ahmad Fudholi dan sopirnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Ciruas, Kabupaten Serang.
Sementara itu, berdasarkan keterangan sementara dari saksi, kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi melaju di ruas Tol Tangerang-Merak dari arah Pandeglang menuju Tangerang.
Saat tiba di KM 63+800 B, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali. Mobil yang semula berada di lajur kanan kemudian bergerak ke arah kiri dan menabrak sebuah truk yang sedang berhenti di bahu jalan.
"Kronologi sementara dari saksi mata di lokasi, kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi melaju di jalan tol di KM 63+800. Kemudian diduga kehilangan kendali dari arah kanan jalan, tiba-tiba mengarah ke kiri jalan. Di bahu jalan ada mobil truk yang sedang berhenti, kemudian menabrak," ujar Sigit.
Sigit menegaskan, penyebab kendaraan kehilangan kendali belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
"Untuk penyebab pasti kehilangan kendali tersebut sampai saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan," katanya.
Sejumlah tokoh hadir untuk mengantarkan KH Ahmad Fudholi ke tempat peristirahatan terakhirnya di Kawasan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, Kampung Rempak Kulon, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Senin (7/9/2026).
Pantauan di lokasi, sejumlah tokoh yang hadir di antaranya mantan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, hingga Gubernur Banten Andra Soni.
Mayoritas pelayat yang datang juga berasal dari kalangan ulama dan santri dari berbagai pondok pesantren.
Di tengah suasana duka tersebut, Andra Soni turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Andra mengaku, baru mendapatkan kabar mengenai wafatnya KH Ahmad Fudholi sekitar pukul 12.00 WIB.
Setelah menerima kabar tersebut, ia langsung datang untuk melayat.
"Saya tidak update. Saya dapat informasi sekitar jam 12-an," kata Andra, usai pemakaman.
Ia pun mengaku turut merasakan kehilangan atas berpulangnya KH Ahmad Fudholi.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok guru yang karismatik dan meninggalkan banyak kebaikan yang patut diteladani.
"Saya tentu merasa kehilangan, turut berduka cita atas berpulangnya guru kita yang karismatik. Semoga almarhum husnul khotimah," ucap Andra.
Meski mengaku tidak banyak berinteraksi secara langsung dengan KH Ahmad Fudholi, Andra menyimpan kenangan pertemuan dengan almarhum dalam sejumlah kesempatan.
Salah satunya ketika berada dalam kelompok atau perhimpunan Cilongok. Dalam berbagai kegiatan tersebut, ia beberapa kali bertemu dengan KH Ahmad Fudholi.
"Saya tidak terlalu banyak ya, tidak terlalu banyak berinteraksi. Tapi dalam kelompoknya beliau, dari perhimpunan Cilongok dan sebagainya, kita sering bertemu," ungkapnya.
Bagi Andra, kepergian KH Ahmad Fudholi menjadi kehilangan bagi banyak pihak, tidak hanya keluarga yang ditinggalkan.
Ia pun mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi kepergian tersebut.
"Tentu kita semua kehilangan, semoga keluarga diberikan kekuatan, dan semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa," katanya.
Andra juga berharap, berbagai kebaikan yang telah ditanamkan KH Ahmad Fudholi semasa hidup dapat terus menjadi teladan dan diikuti oleh masyarakat.
"Hal-hal baik yang ada di beliau harus kita contoh dan kita ikuti bersama," pungkasnya.
(TribunJakarta.com/TribunBanten)
Baca juga: SOSOK KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Hari Ini Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Tol Tangerang-Merak, Pajero Ringsek Parah, Terkuak Kondisi KH Ahmad Fudholi
Baca juga: Kecelakaan Maut di Surabaya: Pemotor Tercebur Selokan Sedalam 1,5 Meter, Sempat Tabrak Gerobak Donat