Baca juga: PTBA Jaga Kinerja dan Perkuat Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
TANJUNG ENIM — Anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), terus memperkuat kontribusinya dalam penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui penguatan aspek pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, serta kecepatan respons darurat, Selasa (8/9/2026).
Melalui fungsi Accident & Fire Management (A&FM), PTBA secara proaktif mendukung kegiatan pengendalian serta pemadaman Karhutla, baik yang terjadi di dalam wilayah konsesi tambang maupun di area luar operasional perusahaan.
Seluruh langkah mitigasi ini dijalankan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi guna menekan dampak buruk terhadap keselamatan manusia, aset perusahaan, serta kelestarian lingkungan.
Berdasarkan catatan perusahaan, sepanjang Agustus 2026 saja, A&FM PTBA telah sukses menangani sebanyak 77 kejadian Karhutla.
Angka tersebut terdiri dari 61 kejadian di dalam area tambang dan 16 kejadian di area non-tambang. Secara akumulatif, total penanganan Karhutla yang telah dilakukan PTBA sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai 96 kejadian.
Operasi pemadaman di area tambang dilaksanakan melalui sinergi solid antara A&FM PTBA dengan sejumlah mitra kerja strategis, yakni PT Pama Persada Nusantara (PAMA), PT Bukit Multi Investama / PT Satria Bahana Sarana (SBS), PT Putra Perkasa Abadi (PPA), PT Amman Mineral Mandiri (AMM), serta PT Bukit Asam Prima (BAK).
Kolaborasi ini mencakup pengerahan personel siaga, dukungan sarana dan prasarana pemadaman yang memadai, penyediaan peralatan, hingga koordinasi taktis di lapangan.
Selain memperketat pengamanan di area operasional dan wilayah Ring 1, PTBA juga menyiagakan tim rescue khusus yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan.
Tim siaga ini dapat dikerahkan sewaktu-waktu untuk mendukung penanggulangan darurat secara lebih luas, selaras dengan hasil koordinasi bersama jajaran pemangku kepentingan setempat.
Sebagai wujud nyata sinergi di dalam ekosistem holding MIND ID, PTBA bahkan turut merespons panggilan kemanusiaan dengan mengirimkan bantuan penanganan Karhutla kepada PT BAI di Pontianak, Kalimantan Barat, melalui penerjunan lima personel terlatih ke lokasi kejadian.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengungkapkan bahwa penanggulangan musibah Karhutla mutlak memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang matang, kecepatan mobilitas, serta kolaborasi erat lintas pemangku kepentingan agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal.
“PTBA berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons dalam menghadapi Karhutla. Dengan dukungan tim rescue yang tersebar di Sumatra Selatan dan Kalimantan, serta sinergi dengan mitra kerja, MIND ID, pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat, kami berupaya memastikan setiap kejadian dapat direspons secara cepat dan terkoordinasi. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab PTBA dalam menjaga keselamatan manusia, aset, dan lingkungan secara berkelanjutan,” jelas Bambang.
Kebijakan tanggap darurat Karhutla ini juga menjadi pilar penting dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan perusahaan.
PTBA senantiasa merajut koordinasi secara berkala antara tim internal, mitra kerja, instansi pemerintah, dan warga sekitar demi mendongkrak efektivitas mitigasi bencana di lapangan.
Bambang menambahkan, melalui penguatan kapasitas sumber daya dan kolaborasi yang konsisten, PTBA bertekad untuk terus meredam potensi ancaman Karhutla sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi kelestarian lingkungan serta kenyamanan aktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Upaya tersebut sejalan dengan komitmen PTBA untuk menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, serta kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkas Bambang.