Tak Jual Makanan, Stand DSI Aceh Utara Malah Diserbu Warga, Ada Al-Qur’an dari Madinah
Muhammad Hadi September 08, 2026 08:38 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Di tengah deretan stan kuliner, UMKM, dan aneka produk yang menawarkan beragam dagangan, perhatian masyarakat justru tertuju pada sebuah stan yang tidak menjual makanan maupun barang dagangan.

Stan itu milik Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Utara. Sejak rangkaian Milad ke-800 Aceh Utara/Samudera Pasai berlangsung di kawasan Landing, Lhoksukon, stan tersebut ramai didatangi warga yang ingin mendapatkan Al-Qur’an secara gratis.

Menariknya, warga rela mengantre di bawah terik matahari demi membawa pulang kitab suci yang disebut dicetak di Madinah Al-Munawwarah. Ratusan Al-Qur’an disiapkan DSI Aceh Utara untuk dibagikan kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, SSos kepada Serambinews.com, Selasa (8/9/2026), mengatakan masyarakat tidak perlu memenuhi persyaratan khusus untuk mendapatkan Al-Qur’an tersebut.

“Alhamdulillah, ratusan Al-Qur’an kami bagikan secara gratis kepada masyarakat. Mekanismenya sederhana, tamu cukup mengisi buku tamu dan daftar penerimaan sebagai bentuk tertib administrasi. Tidak ada pungutan atau persyaratan lainnya,” ujar Hadaini.

Antusiasme masyarakat, menurut Hadaini, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi jajaran DSI Aceh Utara. Warga dari berbagai kalangan terlihat datang dan rela menunggu giliran meski cuaca cukup panas.

“Ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an masih sangat kuat. Insyaallah, jika memungkinkan dan sesuai dengan stok yang tersedia, kegiatan pembagian Al-Qur’an seperti ini akan terus kita laksanakan,” katanya.

Ia berharap Al-Qur’an yang diterima masyarakat tidak berhenti sebagai koleksi di rumah. Lebih dari itu, kitab suci tersebut diharapkan dibaca, dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Momentum 800 tahun Samudera Pasai bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat peradaban Islam.

Mudah-mudahan Al-Qur’an yang kita bagikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syariat dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.

Pembagian Al-Qur’an tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri di tengah semarak Milad ke-800 Aceh Utara.

Jika sebagian pengunjung mendatangi stan untuk mencicipi kuliner atau melihat produk UMKM, pengunjung stan DSI datang dengan tujuan berbeda: mendapatkan Al-Qur’an untuk dibawa pulang.

Rangkaian Milad ke-800 Aceh Utara berlangsung pada 7–13 September 2026 dengan pusat kegiatan di kawasan Kantor Bupati Aceh Utara, Landing.

Kegiatan tersebut diramaikan ratusan stan dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, BUMS, UMKM hingga pelaku usaha lainnya.

Di tengah kemeriahan tersebut, antrean warga untuk mendapatkan Al-Qur’an menjadi gambaran bahwa perayaan sejarah Samudera Pasai juga masih memiliki ruang kuat untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat Aceh Utara.(*)

Baca juga: Ketua DPRA Ajak Generasi Muda Pase Rawat Adat Budaya dan Sejarah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.