TRIBUN-BALI.COM - Sanur menjadi salah satu destinasi penting dan favorit, baik bagi turis asing maupun lokal. Pasalnya selain banyak akomodasi wisata, wilayah Sanur juga punya sunset yang indah, pantai yang bersih dan menarik.
Hal ini yang menjadi daya tarik, sehingga Sumitra Luxury Villas & Resort by Pramana membangun akomodasi mewah di depan Pantai Mertasari, Sanur, Bali. Lalu yang menjadi pertanyaan, apa yang ditawarkan selain akomodasi yang nyaman bagi tamu.
Yudy Suardana, Resort Manager Sumitra Luxury Villas & Resort by Pramana, menjelaskan ada beberapa hal menarik yang ditawarkan hotel bintang 5 ini. "Kami menawarkan kolam dengan sebutan "Lazy River" yang memberikan pengalaman unik," sebutnya kepada Tribun Bali, 8 September 2026.
Baca juga: Mulai Besok, 400 Pedagang Akan Kembali Berjualan di Pasar Kumbasari Pasca Banjir
Baca juga: Setahun Pasca Banjir, 400 Pedagang Kembali Berjualan di Pasar Kumbasari, Mitigasi Ketat Mulai Esok
Lazy River, kata dia, bermakna mengalir dan menikmati keindahan yang ada sesuai filosofi Sanur sendiri, yakni pelan, tenang, tapi berkesan. Usai berenang atau sebelum berenang, tamu juga bisa menikmati keindahan Pantai Sanur.
Kolam renang Lazy River memiliki spesifikasi panjang 175 meter, kedalaman 1,2 meter. "Ini juga untuk membuka kesempatan outside guest merasakan fasilitas yang kami miliki," imbuhnya.
Namun untuk menjaga tamu yang menginap di hotel tetap nyaman, pihaknya membatasi untuk pengunjung Lazy River agar tidak terlalu banyak.
"Idealnya kami membuka 6-10 pax untuk tamu non-staying, dapat merasakan pengalaman maksimal, namun tidak menutup kemungkinan kami mempertimbangkan dari occupancy pada saat itu," jelasnya.
Hanya dengan minimum IDR 500.000++/orang, tamu sudah mendapatkan akses ke pool dan bebas memilih makanan dan minuman senilai minimum spending tersebut. "Kebanyakan keluarga dan juga couple yang sedang berlibur," katanya.
Yudy mengatakan, rencananya akan terus berbenah untuk meningkatkan guest experience dan membawa makna nama resort Sumitra yang berarti "good friend" dengan menjalin hubungan baik bersama semua pihak.
"Saat ini okupansi kami berada di level yang cukup positif, dengan market yang cukup beragam sejauh 2026 ini. Tamu internasional masih menjadi kontributor utama, terutama dari Australia, Eropa seperti Jerman, Inggris, Belanda, dan Prancis, serta beberapa market Asia. Kami juga melihat demand dari domestic market juga meningkat," katanya.
Sampai akhir tahun, pihaknya menargetkan untuk meningkatkan momentum positif dan meningkatkan okupansi secara bertahap. "Fokus kami bukan hanya pada volume, tetapi juga menjaga kualitas guest experience dan meningkatkan kontribusi dari beberapa market potensial, terutama untuk periode low season," jelasnya.
Memang kondisi ekonomi saat ini cukup dinamis, dan tentunya ada pengaruhnya terhadap industri pariwisata. "Namun kami tetap melihat hal-hal positif dan berharap kondisi ini bisa segera membaik. Semoga perekonomian semakin stabil, sehingga masyarakat dan industri pariwisata bisa terus tumbuh bersama. Kami sendiri akan terus berusaha memberikan yang terbaik dan tetap optimis ke depannya," katanya. (*)