Hiasan Bunga Telur Warnai Khotmul Qur'an saat Milad dan Maulid Nabi di Ponpes Baitul Qur'an Lingga
Septyan Mulia Rohman September 08, 2026 10:07 PM

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Tradisi Melayu turut mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Tahfizh Baitul Qur’an. 

Salah satunya melalui Lomba Menghias Bunga Telur Khas Melayu, yang diikuti para guru dari berbagai unit pendidikan di lingkungan pesantren.

Kegiatan tersebut telah terlaksana dalam baru-baru ini.

Perlombaan tersebut menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijiriah, yang bersempena dengan Milad ke-14 Pondok Pesantren Tahfizh Baitul Qur’an.

Para guru menunjukkan kreativitas mereka dalam menghias bunga telur dengan berbagai bentuk dan tampilan. 

Tradisi yang lekat dengan budaya Melayu itu tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan.

Tetapi juga menghadirkan nuansa budaya lokal di tengah perayaan keagamaan.

Bunga telur sendiri dikenal sebagai salah satu bagian dari tradisi masyarakat Melayu dalam berbagai kegiatan syukuran dan perayaan, terutama saat kegiatan Khatam Al Qur'an.

Melalui perlombaan tersebut, tradisi itu kembali dihadirkan dalam lingkungan pesantren sekaligus menjadi ruang bagi para guru untuk berkreasi.

Para peserta tidak hanya dituntut menghasilkan hiasan yang menarik, tetapi juga membawa semangat untuk menjaga keberadaan tradisi Melayu agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Usai dihias, bunga telur tersebut kemudian di letakkan di tengah-tengah majelis, saat lantunan ayat suci Al-Qur'an dibacakan saat khataman.

"Lomba menghias bunga telur tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung. Kegiatan itu telah kami mulai sejak 31 Agustus hingga 3 September 2026," ungkap Pimpinan Ponpes Baitul Qur'an Dabo Singkep, KH. Muhammad Nizar, Selasa (8/9/2026).

Selain perlombaan menghias bunga telur, berbagai kegiatan keagamaan dan edukatif juga digelar. 

Di antaranya Lomba Ranking 1 Islami yang menguji pengetahuan santri mengenai Sirah Nabi Muhammad SAW serta sejarah berdirinya Pondok Pesantren Tahfizh Baitul Qur’an.

Kemudian terdapat Lomba Cerdas Cermat Islami dengan materi dari kitab kuning serta Lomba Sholawat Antar Kelas yang diikuti santri putra dan putri dari berbagai tingkatan.

Sementara itu, Khotmul Qur’an Akbar secara tasmi’ turut menjadi salah satu agenda utama dalam puncak rangkaian kegiatan. 

Para hafizh dan hafizhah terbaik Pondok Pesantren Tahfizh Baitul Qur’an tampil membacakan hafalan Al-Qur’an.

KH. Muhammad Nizar mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW, serta memperkuat semangat keluarga besar pesantren dalam mendidik generasi Qur’ani.

"Selain nilai keagamaan, kehadiran Lomba Menghias Bunga Telur Khas Melayu menunjukkan bahwa kegiatan di lingkungan pesantren juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal," ucap KH. Muhammad Nizar.

Melalui perpaduan kegiatan keagamaan, pendidikan dan budaya tersebut, peringatan Maulid Nabi sekaligus Milad ke-14 Baitul Qur’an diharapkan tidak hanya berlangsung meriah.

Tetapi juga memberikan nilai edukasi dan memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya Melayu. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.