Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Universitas Jember (UNEJ) menandatangani kerja sama tentang Pengembangan Isolat sebagai Bahan Baku Pembanding Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan sebagai upaya inovasi pengawasan obat dan makanan berbasis sains.

Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Mimin Jiwo Winanti mengatakan dalam keterangan di Jakarta, Rabu, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara regulator dan akademisi yang menjadi bagian dari kerangka Kolaborasi Academia, Business, and Government (ABG).

"Kerja sama ini dapat mendorong berjalannya pengembangan riset, khususnya berkaitan dengan penyediaan bahan baku pembanding. Bahan baku pembanding berperan penting dalam kegiatan pengujian laboratorium karena digunakan untuk mendukung proses identifikasi, konfirmasi, maupun penetapan kadar suatu senyawa," katanya.

Senada, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Jember Ari Satia Nugraha mengatakan, sinergi antara kepakaran akademis dan kompetensi BPOM memiliki kekuatan untuk menghasilkan bahan baku isolat berkualitas tinggi.

“Kerja sama ini menjadi langkah nyata agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi produsen dan pengembang bahan baku pembanding berbasis kekayaan alam sendiri, sehingga dapat mendukung kemandirian bahan baku pembanding nasional,” kata Ari.

Kegiatan penandatanganan kerja sama juga menjadi momentum untuk memperkenalkan peran BPOM kepada generasi muda. Dalam rangkaian momen tersebut, Kepala PPPOMN berkesempatan berbagi dengan mahasiswa Fakultas Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Universitas Jember mengenai peran BPOM dalam melaksanakan pengawasan obat dan makanan, terutama kontribusi laboratorium BPOM dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu produk yang beredar di masyarakat.

Pada sesi tersebut, Mimin juga menjelaskan mengenai pencapaian status WHO-Listed Authority (WLA) yang semakin meningkatkan reputasi BPOM sebagai regulator obat dan makanan di tingkat internasional.

Pengenalan mengenai kiprah BPOM di tingkat internasional diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai peluang dan tantangan profesi di bidang pengujian obat dan makanan. Mahasiswa juga didorong untuk melihat bahwa kompetensi di bidang farmasi memiliki ruang kontribusi yang luas dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat, baik pada tingkat nasional maupun global.

Melalui kerja sama ini, potensi keilmuan, sumber daya manusia, serta fasilitas penelitian yang dimiliki Universitas Jember dapat disinergikan dengan kompetensi dan kebutuhan pengawasan yang dimiliki BPOM. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan pengujian dan pengawasan.

Selain memperkuat ketersediaan bahan baku pembanding, kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas riset, kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pengawasan berbasis risiko dan berbasis bukti ilmiah.