...Baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan dan ditempatkan dalam Astacita

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak seluruh anggota Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) untuk menyukseskan implementasi Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.

Mendes Yandri menyampaikan Astacita keenam Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan itu sudah sepatutnya disukseskan implementasinya karena mencerminkan desa sebagai subjek pembangunan.

"Baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan dan ditempatkan dalam Astacita. Oleh karena itu, mari kita sukseskan Astacita ini," kata Mendes ketika menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AKSI di Gedung Pustakaloka Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Mendes Yandri menyampaikan Kemendes PDT berupaya mewujudkan Astacita itu ke melalui pelaksanaan 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Dalam dua belas aksi itu, Kemendes memuat program prioritas, seperti pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Tematik, Desa Wisata, Desa Ekspor, hingga Desa Berketahanan Iklim.



Dalam kesempatan yang sama, Mendes Yandri juga menyoroti banyaknya program prioritas pemerintah yang dilaksanakan di desa. Di antaranya adalah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Mendes mengatakan program tersebut dapat dirasakan oleh warga desa karena asetnya berupa gudang dan gerai hingga alat transportasi yang menjadi miliki desa.

Selain itu, kata dia melanjutkan, 20 persen dari keuntungan koperasi tersebut akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes) dan warga sekitar pun diprioritaskan menjadi karyawan Kopdes Merah Putih.

Sejalan dengan itu, Mendes Yandri pun mengajak seluruh anggota AKSI untuk menyukseskan pembangunan desa di tengah banyak tantangan.

"Kami punya program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (Sehati) yang bakal berikan bantuan Rp2,5 miliar per desa untuk total 10.000 desa," kata mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Ia menyampaikan pula bahwa Kemendes juga memiliki program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia. Melalui program itu, satu pemuda desa akan dikirim ke Jepang untuk belajar dan diberikan beasiswa Rp300 juta serta bekerja dengan gaji puluhan juta.

"Kita juga sudah kick off Duta Desa Gen Z dengan hadiah yang sangat menarik," kata dia.