TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Ratusan botol minuman keras (miras) gagal beredar dalam pelaksanaan karnaval budaya dan sound horeg di Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan akhir pekan kemarin.
Miras tersebut ditemukan petugas gabungan yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) pengamanan.
Petugas awalnya mencurigai beberapa orang yang membawa tas dan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kegiatan.
Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wetan Amin Tohari mengatakan, orang tersebut kemudian diamankan untuk diperiksa.
Baca juga: Prediksi Skor Liverpool vs Atletico Madrid di Liga Champions 2026/2027, The Reds Diunggulkan
Dari pemeriksaan, petugas menemukan ratusan botol miras yang dikemas menggunakan botol air mineral ukuran 300 mililiter dan 600 mililiter.
“Satgas mencurigai seseorang yang membawa tas, riwa-riwi. Diamankan dan ditemukan ratusan botol miras dalam kemasan air mineral 300 mililiter dan 600 mililiter,” kata Gus Amin, Rabu (9/9/2026).
Untuk mencegah miras tersebut beredar di tengah masyarakat, petugas kemudian meminta barang-barang tersebut dibuang.
Pengamanan dilakukan dengan melibatkan Linmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, karang taruna serta sejumlah unsur lainnya.
Mereka ditempatkan di enam titik untuk memantau situasi selama kegiatan berlangsung.
Menurut Gus Amin, orang yang membawa miras tersebut bukan merupakan warga setempat.
“Enam orang dan diamankan di enam titik. Semua bukan orang sini,” ujar dia.
Baca juga: Kecelakaan Motor dan Truk Terjadi di Lampu Merah Exit Tol Purwodadi Pasuruan, Bermula dari Rem Blong
Gus Amin bersyukur upaya pengamanan tersebut mampu mencegah potensi gangguan selama karnaval budaya dan sound horeg berlangsung.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.
“Alhamdulillah, festival kemarin berjalan lancar,” katanya.
Selain menjaga keamanan, Pemdes Oro-Oro Ombo Wetan juga memastikan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk berjualan di lokasi acara tanpa dibebani biaya maupun pungutan.
“Baru kali ini para pelaku UMKM merasakan bisa berjualan di acara kegiatan tanpa ada biaya apa pun, khususnya tidak ada tarikan,” ujar dia
Menurut Gus Amin, kegiatan desa diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi warga untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Dengan pengamanan yang melibatkan berbagai unsur, kemeriahan acara tetap berjalan tanpa mengabaikan ketertiban dan keamanan.