TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kualitas udara di Kampar kategori sangat tidak sehat pada Kamis (10/9/2026).
Padahal baru diguyur hujan pada Rabu (9/9/2026) malam.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kampar, Adi Candra Lukita mengklaim titik api nihil pada Kamis ini.
Ia menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah padam.
Karhutla di Jalan Madura Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang berhasil dipadamkan pada Rabu malam.
Pendinginan dibantu oleh turunnya hujan.
"Padam. Mudah-mudahan aman dan (karhutla) tidak terjadi lagi," harapnya saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com ihwal efek hujan.
Kendati titik api nihil dan diguyur hujan, masyarakat Kampar mesti menghirup udara bercampur asap karhutla yang lebih pekat.
Aplikasi ISPUNet milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas 200.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Kabid PPKL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar, Idrus membenarkan udara masuk kategori sangat tidak sehat.
"Benar, karena asap memang tebal," katanya kepada Tribunpekanbaru.com ketika dikonfirmasi, Kamis siang.
Ia mengutarakan kemungkinan asap dari daerah lain.
Ia sebelumnya mendapat informasi bahwa asap dari wilayah Jambi, kendati di daerah lain juga terdapat titik api.
"Info sebelumnya dari BPBD, (asap) dari Jambi, tapi titik api di kabupaten lain di Riau juga masih banyak terpantau," ujarnya.
Ia kemudian membagikan data sebaran hotspot dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu malam.
Hotspot terdeteksi di beberapa provinsi tetangga dan 11 kabupaten/kota di Riau. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)