Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Suasana di Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, mendadak ramai pada Kamis (10/9/2026) pagi.
Seorang pria berinisial P (46) diduga membawa seorang perempuan berinisial L (39) ke rumahnya. Keduanya kemudian didatangi istri sah P bersama anak, keluarga dan sejumlah warga.
Peristiwa tersebut sempat memanas setelah warga mendobrak pintu rumah karena tidak mendapat respons saat mengetuk.
Informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, L diketahui berstatus janda. Kepala Desa Simpang Beliti, Eka Susanti, membenarkan adanya peristiwa penggerebekan tersebut.
"Benar, ada yang digerebek tadi pagi," kata Eka saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com.
Berdasarkan keterangan seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika istri dan anak P disebut melihat P membawa seorang perempuan yang tidak mereka kenal masuk ke rumah.
Saat itu, istri dan anak P disebut sedang tidak berada di rumah tersebut.
Setelah melihat kejadian itu, istri P kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada pihak desa dan warga.
Istri P bersama keluarga dan sejumlah warga selanjutnya mendatangi rumah tersebut untuk memastikan keberadaan perempuan yang dibawa P.
Baca juga: Pria di Binduriang Digerebek Istri dan Keluarga Besar saat Berduaan dengan Janda di Dalam Kamar
"Yang pertama kali melihat itu istri dan anaknya, kebetulan mereka tidak di rumah saat itu," jelas sumber tersebut.
Namun, saat warga mengetuk pintu rumah, tidak ada respons dari dalam.
Warga kemudian mendobrak pintu rumah hingga dapat masuk ke dalam.
Setelah berada di dalam rumah, P disebut ditemukan bersama L di salah satu kamar.
Keduanya kemudian dibawa keluar dari kamar dan diamankan. Situasi sempat tegang karena istri dan keluarga P disebut marah dan kecewa.
Menurut sumber tersebut, sempat terjadi aksi main hakim sendiri sebelum situasi berhasil dikendalikan.
"Heboh tadi, Pak, nyaris diamuk massa," paparnya.
Kepala Desa Simpang Beliti, Eka Susanti, mengatakan P dan L sama-sama merupakan warga Desa Simpang Beliti.
Eka juga menyebut keduanya bukan pasangan suami istri. P diketahui masih memiliki istri.
"Perempuan itu warga sini juga. Memang bukan suami istri. Yang laki-laki ada istrinya," ujar Eka.
Pernyataan tersebut menjadi dasar informasi mengenai status hubungan keduanya dalam peristiwa tersebut. Namun, terkait dugaan adanya hubungan tertentu di antara P dan L, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.
Pasca kejadian, Pemerintah Desa Simpang Beliti berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi di tingkat desa.
Eka mengatakan pihak desa akan mempertemukan pihak-pihak yang terlibat untuk mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.
"Sedang diupayakan diselesaikan di desa, kita upayakan mediasi," tutup Eka.
Pemdes Simpang Beliti berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mediasi sehingga tidak kembali memicu ketegangan di tengah masyarakat.